Contoh Jadwal Kerja 2 Shift 12 Jam untuk 3-8 Orang

Putri Prima
Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.
contoh jadwal kerja 2 shift 12 jam
Contoh Jadwal Kerja 2 Shift 12 Jam untuk 3-8 Orang

Beberapa industri seperti kesehatan, keamanan, manufaktur, dan transportasi biasanya menerapkan sistem shift dalam pembagian jadwal kerja karyawannya. Pembagian jadwal kerja yang efektif menjadi salah satu hal penting karena akan menentukan kelancaran operasional perusahaan.

Nah, kali ini KitaLulus akan memberikan contoh jadwal kerja 2 shift 12 jam untuk 3-8 orang yang bisa Anda terapkan di perusahaan.

Seperti Apa Sistem Jadwal Kerja 2 Shift 12 Jam?

Sistem kerja 2 shift 12 jam adalah pola jam kerja di mana dalam sehari karyawan akan dibagi dalam dua periode kerja, masing-masing selama 12 jam. Biasanya shift ini terdiri dari:

  • Shift pagi: pukul 06.00-18.00
  • Shift malam: pukul 18.00-06.00

Dalam sistem ini, karyawan akan bekerja selama empat hari berturut-turut, kemudian akan mendapatkan libur selama tiga hari. Pola shift ini banyak digunakan untuk mendukung operasional 24 jam tanpa mengabaikan waktu istirahat yang memadai untuk karyawan.

Karakteristik Utama

Beberapa karakteristik penting dari sistem jadwal kerja 2 shift 12 jam:

  1. Jam Kerja Efektif: Meskipun shift berlangsung 12 jam, jam kerja efektif biasanya sekitar 11 jam karena adanya waktu istirahat yang lebih panjang dibandingkan shift standar 8 jam.
  2. Waktu Istirahat: Dalam shift 12 jam, umumnya disediakan 2-3 periode istirahat dengan total 60-90 menit, dibandingkan dengan 1 istirahat 30-60 menit pada shift 8 jam.
  3. Frekuensi Handover: Hanya ada dua kali serah terima (handover) dalam siklus 24 jam, mengurangi risiko kesalahan komunikasi dan waktu yang terbuang.
  4. Hari Kerja Lebih Sedikit: Karyawan biasanya bekerja 3-4 hari dalam seminggu, dibandingkan dengan 5-6 hari pada jadwal konvensional.
  5. Periode Libur Lebih Panjang: Sistem ini menawarkan blok waktu libur yang lebih panjang (2-4 hari berturut-turut) dibandingkan dengan 1-2 hari pada jadwal standar.

Variasi Umum Jadwal 2 Shift 12 Jam

Beberapa pola jadwal 2 shift 12 jam yang populer di Indonesia antara lain:

  1. Pola 2-2-3 (Continental)
    • 2 hari shift siang, 2 hari shift malam, diikuti 3 hari libur
    • Siklus berulang setiap 7 hari
    • Populer karena mengikuti pola mingguan standar
  2. Pola 4-4
    • 4 hari kerja (biasanya 2 hari shift siang dan 2 hari shift malam) diikuti 4 hari libur
    • Siklus 8 hari, tidak mengikuti minggu kalender standar
    • Memberikan blok waktu libur yang lebih panjang
  3. Pola Panama (2-2-3)
    • Variasi dari pola 2-2-3 dengan siklus 14 hari
    • Memberikan distribusi hari kerja dan libur yang sangat seimbang
  4. Pola DuPont
    • Siklus 28 hari yang lebih kompleks
    • 4 hari shift siang, 3 hari libur, 3 hari shift malam, 1 hari libur, 3 hari shift siang, 3 hari libur, 4 hari shift malam, 7 hari libur
    • Populer di industri manufaktur dan petrokimia
  5. Pola 7-7
    • 7 hari kerja berturut-turut (shift yang sama) diikuti 7 hari libur
    • Sering digunakan untuk lokasi terpencil atau operasi lepas pantai

Dalam penerapannya di Indonesia, jadwal 2 shift 12 jam perlu mempertimbangkan berbagai faktor kontekstual seperti praktik keagamaan (terutama untuk komunitas Muslim), ketersediaan transportasi di jam-jam tertentu, dan nilai-nilai keluarga yang mempengaruhi preferensi waktu kerja karyawan Indonesia.

Keuntungan Jadwal Kerja 2 Shift 12 Jam

Sebelum Anda ingin menerapkan sistem jadwal kerja 2 shift 12 jam, cobalah untuk memerhatikan apa saja keuntungannya.

  1. Mendapatkan fleksibilitas operasional sehingga bisa beroperasi 24 jam. Ini cocok diterapkan untuk posisi customer service atau petugas keamanan.
  2. Meningkatkan output perusahaan setiap hari karena jam kerja yang lebih panjang.
  3. Karyawan dapat lebih banyak waktu libur daripada sistem kerja tradisional.

Baca Juga: Apa Itu Long Shift, Bedanya dengan Lembur, Perhitungannya

Contoh Jadwal Kerja 2 Shift 12 Jam

Berikut ini contoh jadwal kerja 2 shift 12 jam dengan pembagian jumlah karyawan yang berbeda-beda. 

  • Shift 1: pukul 06.00-18.00
  • Shift 2: pukul 18.00-06.00

1. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 3 Orang

2. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 4 Orang

3. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 5 Orang

4. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 6 Orang

5. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 7 Orang

6. Contoh Jadwal Kerja 2 Shift untuk 8 Orang

Baca Juga: Mengenal Sistem 4 Hari Kerja dan Cara Menerapkannya

Tips Menerapkan Sistem Jadwal Kerja 2 Shift 12 Jam

Setelah mengetahui bagaimana contoh jadwal kerja 2 shift, Anda bisa menerapkan tips berikut agar dapat menjalankannya dengan efektif.

1. Pantau Kesehatan dan Produktivitas

Pola shift 12 jam bisa sangat melelahkan bagi karyawan, terutama mereka yang mendapatkan shift malam. Untuk itu, pastikan selalu memantau kesehatan dan produktivitas karyawan.

2. Evaluasi Jadwal secara Berkala

Lakukanlah evaluasi secara berkala untuk melihat apakah rotasi dan pembagian shift sudah adil. Minta juga masukan dari karyawan terkait penerapan jadwal, jika terdapat keluhan coba lakukan penyesuaian kembali.

3. Lakukan Rotasi

Jangan sampai satu karyawan bekerja dalam shift yang sama secara terus menerus. Buat rotasi shift yang adil, yaitu karyawan bergantian antara shift pagi dan malam untuk menghindari kelelahan fisik dan mental.

Tantangan dan Cara Mengatasinya

Meskipun menawarkan berbagai keuntungan, implementasi jadwal kerja 2 shift 12 jam juga menghadirkan tantangan signifikan yang perlu diantisipasi dan diatasi. Berikut adalah analisis tantangan utama dan strategi praktis untuk mengatasinya dalam konteks perusahaan di Indonesia:

1. Tantangan Kesehatan dan Kelelahan

Risiko dan Tantangan:

  • Peningkatan kelelahan fisik dan mental akibat durasi shift yang panjang
  • Potensi penurunan kewaspadaan dan konsentrasi terutama pada jam-jam akhir shift
  • Gangguan pola tidur dan ritme sirkadian, terutama untuk shift malam
  • Dampak potensial pada kesehatan jangka panjang

Strategi Pengatasan:

  • Program Manajemen Kelelahan: Implementasikan program formal untuk mendeteksi dan mengelola kelelahan
  • Jadwal Istirahat Strategis: Desain jadwal istirahat yang lebih sering dan lebih panjang selama shift 12 jam
  • Rotasi Tugas: Atur rotasi antar tugas dalam shift untuk mengurangi monotoni dan mengatasi kelelahan
  • Lingkungan Kerja Optimal: Pastikan pencahayaan, suhu, dan ergonomis tempat kerja mendukung kewaspadaan
  • Fasilitas Power Nap: Sediakan ruang untuk istirahat singkat selama shift, terutama untuk shift malam
  • Program Kesehatan Proaktif: Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala dengan fokus pada indikator terkait shift panjang

2. Tantangan Kepatuhan Regulasi

Risiko dan Tantangan:

  • Kompleksitas dalam interpretasi UU Ketenagakerjaan untuk sistem non-standar
  • Risiko ketidakpatuhan terkait jam kerja lembur maksimal
  • Tantangan dalam perhitungan kompensasi yang adil dan sesuai regulasi
  • Potensi perselisihan hubungan industrial

Strategi Pengatasan:

  • Konsultasi Ahli: Libatkan ahli hukum ketenagakerjaan dalam perancangan sistem
  • Dokumentasi Komprehensif: Kembangkan kebijakan tertulis yang detail dan transparan
  • Persetujuan Formal: Dapatkan persetujuan tertulis dari karyawan dan sertakan dalam kontrak atau addendum
  • Registrasi Resmi: Masukkan sistem jadwal dalam Peraturan Perusahaan atau PKB yang disahkan Disnaker
  • Sistem Pencatatan Waktu: Implementasikan sistem yang akurat dan dapat diaudit
  • Audit Kepatuhan Berkala: Lakukan evaluasi reguler terhadap praktik untuk memastikan kepatuhan berkelanjutan

3. Tantangan Adaptasi Karyawan

Risiko dan Tantangan:

  • Resistensi terhadap perubahan pola kerja yang sudah mapan
  • Kesulitan dalam penyesuaian kehidupan pribadi dengan jadwal baru
  • Tantangan adaptasi dengan ritme kerja-istirahat yang berbeda
  • Dampak potensial pada tanggung jawab keluarga dan aktivitas sosial

Strategi Pengatasan:

  • Pendekatan Partisipatif: Libatkan karyawan dalam proses perancangan dan pengambilan keputusan
  • Program Transisi Bertahap: Implementasikan perubahan secara gradual dengan periode adaptasi
  • Sistem Dukungan: Sediakan dukungan psikologis dan praktis selama periode transisi
  • Fleksibilitas Awal: Tawarkan beberapa fleksibilitas selama periode penyesuaian awal
  • Sistem Buddy: Pasangkan karyawan berpengalaman dengan yang baru dalam sistem shift panjang

4. Tantangan Operasional

Risiko dan Tantangan:

  • Kompleksitas dalam penjadwalan dan manajemen shift
  • Tantangan dalam mengelola coverage selama ketidakhadiran
  • Kesulitan menemukan pengganti untuk shift 12 jam penuh
  • Potensial gap dalam pengawasan dan leadership

Strategi Pengatasan:

  • Sistem Penjadwalan Canggih: Gunakan software khusus untuk manajemen jadwal kompleks
  • Tim Response Cepat: Bentuk tim atau mekanisme untuk menangani ketidakhadiran mendadak
  • Cross-training: Latih karyawan dalam berbagai fungsi untuk fleksibilitas penempatan
  • Struktur Supervisi Shift: Desain struktur kepemimpinan yang efektif untuk setiap shift
  • Protokol Komunikasi: Kembangkan sistem komunikasi yang kuat antar shift

5. Tantangan Kontekstual Indonesia

Risiko dan Tantangan:

  • Konflik dengan praktik keagamaan (terutama sholat Jumat dan ibadah selama Ramadhan)
  • Masalah transportasi di luar jam normal di banyak kota Indonesia
  • Ekspektasi keluarga dan sosial yang kuat dalam masyarakat kolektivis Indonesia
  • Variasi infrastruktur pendukung antar daerah di Indonesia

Strategi Pengatasan:

  • Adaptasi Kultural: Sesuaikan jadwal untuk mengakomodasi praktik keagamaan penting
  • Solusi Transportasi: Sediakan transportasi atau tunjangan untuk shift di luar jam transportasi umum
  • Pendekatan Zona: Kembangkan variasi jadwal berdasarkan karakteristik daerah (urban vs. rural)
  • Komunikasi Berbasis Budaya: Gunakan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan nilai-nilai lokal
  • Program Dukungan Keluarga: Libatkan keluarga dalam pemahaman sistem melalui acara keluarga atau materi edukasi

6. Strategi Jangka Panjang

Untuk memastikan keberlanjutan sistem jadwal 2 shift 12 jam:

  • Evaluasi Berkelanjutan: Tetapkan sistem monitoring dan evaluasi reguler untuk mengukur efektivitas dan dampak
  • Perbaikan Inkremental: Lakukan penyesuaian minor secara berkelanjutan berdasarkan umpan balik dan data
  • Revitalisasi Berkala: Segarkan sistem dan pendekatan setiap 1-2 tahun untuk mencegah stagnasi
  • Pengembangan Kebijakan Pendukung: Kembangkan kebijakan SDM yang mendukung sistem shift panjang

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, jadwal kerja 2 shift 12 jam dapat menjadi strategi operasional yang efektif bagi banyak perusahaan di Indonesia, tetapi keberhasilannya bergantung pada perencanaan yang matang, implementasi yang cermat, dan komitmen untuk perbaikan berkelanjutan.

Dengan mempertimbangkan semua aspek yang dibahas dalam artikel ini, perusahaan Anda dapat menentukan apakah sistem ini sesuai dengan kebutuhan spesifik organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya untuk memaksimalkan manfaat sambil meminimalkan risiko.

Pastikan Anda tidak memaksakan jadwal kerja ini secara berlebihan. Bila dirasa perusahaan membutuhkan tenaga tambahan, rekrutlah karyawan baru. Anda bisa coba menggunakan Premium Rekrutmen KitaLulus untuk memudahkan proses pencarian karyawan berkualitas.

Dengan bantuan AI, proses screening karyawan bisa dilakukan lebih cepat daripada cara manual. Anda juga bisa menggunakan dashboard yang tersedia untuk memantau proses rekrutmen yang sedang berlangsung.

Menarik bukan? Ayo, beralih ke Premium Rekrutmen KitaLulus sekarang!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top