Dunia kerja terus mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan hybrid working telah muncul sebagai salah satu perubahan paling revolusioner. Di Indonesia, model kerja hybrid yang menggabungkan kerja dari kantor dan jarak jauh menjadi pilihan yang semakin populer bagi perusahaan dari berbagai sektor. Tidak hanya merespons tuntutan era pasca-pandemi, hybrid working juga menawarkan keseimbangan optimal antara fleksibilitas dan kolaborasi yang dibutuhkan dalam lanskap bisnis modern.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Logitech terhadap 500 karyawan profesional di Indonesia, 62% karyawan lebih memilih bekerja secara hybrid. Hanya 16% karyawan yang memilih bekerja dari kantor, sementara 21% sisanya memilih bekerja jarak jauh sepenuhnya.
Dalam artikel komprehensif ini, kita akan menjelajahi konsep hybrid working, manfaatnya bagi perusahaan Indonesia, tantangan implementasi, dan strategi praktis untuk mengoptimalkan model kerja ini sesuai dengan konteks bisnis dan regulasi di Indonesia.
Apa Itu Hybrid Working?
Definisi dan Konsep Dasar
Hybrid working adalah model kerja yang menggabungkan kerja di kantor (di tempat) dengan kerja jarak jauh, memberikan karyawan fleksibilitas untuk bekerja dari lokasi yang berbeda berdasarkan jadwal tertentu.
Berbeda dengan bekerja dari rumah (WFH) yang sepenuhnya dilakukan dari rumah, atau kerja konvensional yang mengharuskan kehadiran penuh di kantor, hybrid working menawarkan pendekatan yang lebih seimbang.
Dalam konteks Indonesia, hybrid working telah berkembang dari solusi sementara selama pandemi COVID-19 menjadi strategi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi perusahaan maupun karyawan. Model ini memungkinkan organisasi mempertahankan budaya kantor dan kolaborasi tatap muka sambil memberikan fleksibilitas yang diinginkan karyawan modern.
Ingin memahami perbedaan antara bekerja dari rumah dan kerja jarak jauh? Temukan penjelasan lengkapnya di artikel “Perbedaan Work From Home dan Remote Working yang Harus Kamu Tahu” untuk klarifikasi konsep yang sering tertukar.
Berbagai Model Hybrid Working
Hybrid working hadir dalam berbagai model yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan:
1. Model Berbasis Jadwal Tetap
Karyawan mengikuti jadwal yang ditentukan untuk hari kerja di kantor dan hari kerja jarak jauh. Contohnya, 3 hari di kantor (Senin, Rabu, Jumat) dan 2 hari bekerja jarak jauh (Selasa, Kamis).
2. Model Berbasis Tim
Tim atau departemen tertentu dijadwalkan untuk bekerja di kantor pada hari-hari spesifik, memastikan anggota tim dapat berkolaborasi langsung secara reguler.
3. Model Fleksibel Penuh
Karyawan memiliki kebebasan penuh untuk memilih kapan bekerja di kantor atau dari jarak jauh, dengan pedoman minimal kehadiran di kantor.
4. Model Pusat dan Cabang
Perusahaan menyediakan kantor pusat (hub) dan ruang kerja satelit yang lebih kecil (spoke) di berbagai lokasi, memberikan karyawan opsi kerja yang lebih dekat dengan rumah mereka.
Tertarik dengan konsep kerja yang memungkinkan karyawan bekerja dari mana saja? Pelajari lebih lanjut tentang “Apa itu Work From Anywhere dan Bagaimana Implementasinya” untuk model kerja yang bahkan lebih fleksibel.
Manfaat Hybrid Working bagi Perusahaan Indonesia
1. Peningkatan Produktivitas dan Kinerja
Hybrid working memberikan karyawan kebebasan untuk bekerja dalam lingkungan yang paling cocok bagi produktivitas mereka. Beberapa tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi mungkin lebih baik dilakukan dalam lingkungan yang tenang di rumah, sementara pekerjaan kolaboratif dapat dilakukan di kantor.
2. Optimalisasi Biaya Operasional
Dengan lebih sedikit karyawan yang bekerja di kantor secara bersamaan, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan ruang kantor dan mengurangi biaya operasional.
Survei dari International Workplace Group (IWG) melaporkan bahwa beberapa perusahaan mencatat potensi penghematan hingga 50% dari biaya operasional mereka berkat penerapan model kerja hybrid.
3. Akses ke Kumpulan Talenta yang Lebih Luas
Hybrid working memungkinkan perusahaan merekrut talenta berkualitas tanpa dibatasi oleh lokasi geografis, sangat relevan untuk Indonesia dengan persebaran talenta di berbagai pulau dan daerah.
4. Peningkatan Retensi Karyawan
Fleksibilitas yang ditawarkan oleh hybrid working telah terbukti meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan, mengurangi tingkat pergantian karyawan yang dapat sangat mahal bagi perusahaan.
5. Ketahanan Bisnis yang Lebih Baik
Organisasi dengan infrastruktur hybrid working yang mapan lebih siap menghadapi gangguan tak terduga seperti bencana alam, masalah transportasi, atau krisis kesehatan masyarakat yang umum terjadi di Indonesia.
6. Pengurangan Jejak Karbon
Dengan mengurangi perjalanan komuter harian, hybrid working membantu perusahaan Indonesia mengurangi jejak karbon mereka, sejalan dengan inisiatif keberlanjutan global.
Tantangan Implementasi Hybrid Working di Indonesia
1. Kesenjangan Infrastruktur Digital
Ketersediaan dan kualitas koneksi internet yang beragam di berbagai wilayah Indonesia dapat menciptakan kesenjangan digital dan pengalaman kerja yang tidak konsisten bagi karyawan jarak jauh.
Solusi:
- Subsidi peningkatan koneksi internet di rumah karyawan
- Investasi pada teknologi awan yang dapat berfungsi dengan bandwidth lebih rendah
- Menyediakan opsi ruang kerja bersama di daerah dengan infrastruktur lebih baik
- Mengembangkan protokol untuk situasi di mana konektivitas terganggu
2. Tantangan Budaya dan Manajemen
Budaya kerja tradisional di Indonesia yang menekankan kehadiran fisik dan pengawasan langsung dapat menghambat adopsi hybrid working yang efektif.
Solusi:
- Pelatihan kepemimpinan untuk manajemen berbasis hasil, bukan kehadiran
- Mengembangkan KPI dan sistem evaluasi kinerja yang transparan
- Program perubahan budaya yang komprehensif
- Merayakan dan mempublikasikan keberhasilan dalam penerapan hybrid working
3. Kepatuhan terhadap Regulasi Ketenagakerjaan
Kerangka hukum ketenagakerjaan di Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi model kerja hybrid, menciptakan area abu-abu dalam aspek legal.
Solusi:
- Konsultasi dengan ahli hukum ketenagakerjaan
- Pengembangan kebijakan internal yang jelas dan dokumentasi yang komprehensif
- Addendum kontrak kerja yang secara khusus mengatur pengaturan hybrid working
- Pemantauan dan adaptasi terhadap perubahan regulasi
4. Menjaga Kohesi Tim dan Budaya Perusahaan
Dengan karyawan yang bekerja dari lokasi berbeda, mempertahankan rasa kebersamaan dan budaya perusahaan menjadi tantangan signifikan.
Solusi:
- Jadwal pertemuan tatap muka strategis untuk seluruh tim
- Program pengenalan yang dirancang khusus untuk lingkungan hybrid
- Ritual tim virtual yang konsisten (pertemuan pagi, perayaan pencapaian)
- Aktivitas pembangunan tim yang melibatkan karyawan di tempat dan jarak jauh
Studi Kasus: Implementasi Hybrid Working di Perusahaan Indonesia
Studi Kasus 1: PT Teknologi Digital Nusantara
PT Teknologi Digital Nusantara, perusahaan teknologi dengan 350 karyawan di Jakarta, mengimplementasikan model hybrid working pasca-pandemi untuk meningkatkan retensi talenta digital yang semakin kompetitif di pasar.
Pendekatan Implementasi:
- Analisis Pekerjaan dan Kebutuhan Tim (2 bulan)
- Pemetaan peran berdasarkan kebutuhan kolaborasi dan independensi
- Survei preferensi karyawan dan gaya kerja
- Audit infrastruktur teknologi dan keamanan data
- Pengembangan Model dan Kebijakan (1 bulan)
- Desain model hybrid 3:2 (3 hari kantor, 2 hari jarak jauh)
- Hari wajib di kantor (Senin dan Rabu) untuk seluruh tim
- Fleksibilitas memilih hari ketiga di kantor
- Pengembangan kebijakan kehadiran, komunikasi, dan keamanan
- Persiapan Infrastruktur (3 bulan)
- Redesain kantor untuk meja bersama dan kolaborasi
- Implementasi platform kolaborasi terintegrasi
- Peningkatan keamanan siber untuk akses jarak jauh
- Subsidi peralatan dan koneksi untuk kerja dari rumah
- Pelatihan dan Sosialisasi (1 bulan)
- Lokakarya manajemen untuk kepemimpinan jarak jauh
- Pelatihan karyawan untuk produktivitas dan kolaborasi hybrid
- Sesi sosialisasi kebijakan dan ekspektasi
Hasil Setelah 12 Bulan:
- Penurunan pergantian karyawan dari 25% menjadi 12% per tahun
- Peningkatan produktivitas terukur sebesar 22%
- Penghematan biaya operasional kantor sebesar 35%
- Skor Promotor Bersih (NPS) karyawan meningkat dari 18 menjadi 42
- Ekspansi rekrutmen ke 12 kota di luar Jakarta
Studi Kasus 2: Bank Regional Sejahtera
Bank Regional Sejahtera, institusi keuangan dengan 1.200 karyawan dan 45 cabang di Indonesia, perlu mengimplementasikan hybrid working dengan tetap memenuhi persyaratan keamanan dan regulasi perbankan.
Pendekatan Implementasi:
- Segmentasi Fungsi dan Peran
- Identifikasi peran garis depan yang memerlukan kehadiran penuh
- Peran pendukung yang dapat beralih ke model hybrid
- Pemetaan proses bisnis dan alur kerja untuk transisi
- Kerangka Hybrid Bertingkat
- Model Tingkat 1: 100% di tempat (teller, layanan pelanggan)
- Model Tingkat 2: 3 hari di tempat, 2 hari jarak jauh (analis, admin)
- Model Tingkat 3: 2 hari di tempat, 3 hari jarak jauh (IT, SDM, riset)
- Transformasi Teknologi dan Keamanan
- Implementasi infrastruktur Desktop Virtual (VDI)
- Protokol keamanan berlapis untuk akses sistem perbankan inti
- Penggunaan otentikasi multi-faktor dan pemantauan aktivitas
- Pelatihan keamanan siber komprehensif
- Manajemen Perubahan dan Regulasi
- Koordinasi dengan OJK untuk kepatuhan regulasi
- Pengembangan Prosedur Operasi Standar untuk operasi hybrid
- Program perubahan budaya bertahap
Hasil Setelah 18 Bulan:
- Nol insiden keamanan besar dalam operasi hybrid
- Peningkatan efisiensi operasional sebesar 18%
- Penghematan biaya properti 27% melalui konsolidasi ruang
- Peningkatan keterlibatan karyawan sebesar 24 poin
- Pengurangan jejak karbon sebesar 31% dari perjalanan komuter
Aspek Hukum dan Regulasi Hybrid Working di Indonesia
Pertimbangan Regulasi Ketenagakerjaan
Implementasi hybrid working di Indonesia harus mempertimbangkan kerangka hukum ketenagakerjaan yang berlaku, terutama:
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Meskipun tidak secara spesifik mengatur hybrid working, undang-undang ini tetap menjadi landasan utama yang mengatur hak dan kewajiban dalam hubungan kerja, termasuk:
- Ketentuan jam kerja dan istirahat
- Perhitungan lembur dan kompensasinya
- Jaminan sosial dan tunjangan
- Kesehatan dan keselamatan kerja
Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021
Peraturan turunan dari UU Cipta Kerja yang memberikan kerangka lebih kontemporer, termasuk beberapa aspek yang relevan dengan pengaturan kerja fleksibel:
- Ketentuan tentang waktu kerja dan pengaturannya
- Perjanjian kerja dan perubahannya
- Ketentuan terkait pemutusan hubungan kerja
Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan
Sejak pandemi, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengeluarkan beberapa surat edaran terkait kerja jarak jauh yang dapat menjadi referensi dalam pengaturan hybrid working.
Langkah-langkah untuk Kepatuhan Hukum
Beberapa langkah penting untuk memastikan kepatuhan hukum:
- Pengembangan Kebijakan Hybrid Working yang Komprehensif
- Pengaturan jam kerja dan ketersediaan
- Ekspektasi kinerja dan produktivitas
- Protokol komunikasi dan pelaporan
- Tanggung jawab terkait kesehatan dan keselamatan kerja
- Addendum Kontrak Kerja
- Perubahan lokasi kerja dan jadwal
- Ketentuan tentang penyediaan peralatan dan infrastruktur
- Pengaturan terkait kerahasiaan dan keamanan data
- Prosedur evaluasi kinerja dalam model hybrid
- Dokumentasi Persetujuan dan Persyaratan
- Formulir persetujuan untuk pengaturan hybrid working
- Daftar periksa persyaratan dan ketentuan
- Catatan waktu kerja untuk kepatuhan jam kerja
Mencari alternatif model kerja fleksibel lainnya? Pelajari tentang “Sistem 4 Hari Kerja: Definisi, Kelebihan, dan Implementasinya” yang semakin mendapatkan perhatian dari perusahaan progresif di Indonesia.
Strategi Implementasi Hybrid Working yang Efektif
Fase 1: Persiapan dan Perencanaan
Analisis Kebutuhan dan Kesiapan Organisasi
Sebelum mengimplementasikan hybrid working, lakukan penilaian menyeluruh terhadap:
- Jenis pekerjaan dan kesesuaiannya dengan model hybrid
- Kesiapan infrastruktur teknologi
- Kompetensi digital karyawan dan manajemen
- Budaya organisasi dan keterbukaan terhadap perubahan
Pengembangan Model yang Sesuai
Pilih model hybrid working yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi:
- Pertimbangkan persyaratan kolaborasi tim
- Evaluasi kebutuhan interaksi pelanggan
- Seimbangkan preferensi karyawan dengan kebutuhan operasional
- Pilih pendekatan yang sejalan dengan budaya perusahaan
Peta Jalan Implementasi
Kembangkan jadwal implementasi bertahap yang mencakup:
- Linimasa dengan tonggak pencapaian yang jelas
- Fase percontohan untuk pengujian dan penyesuaian
- Rencana eskalasi untuk menangani masalah
- Metrik keberhasilan yang terukur
Fase 2: Pengembangan Infrastruktur dan Kebijakan
Infrastruktur Teknologi
Pastikan infrastruktur teknologi mendukung kolaborasi dan produktivitas dalam lingkungan hybrid:
- Solusi awan yang kuat untuk akses data dan aplikasi
- Platform kolaborasi terintegrasi (konferensi video, obrolan, papan tugas)
- Sistem keamanan untuk melindungi data perusahaan
- Alat untuk manajemen proyek dan pelacakan pekerjaan
Redesain Ruang Kerja
Adaptasikan lingkungan kantor untuk model hybrid:
- Implementasi sistem pemesanan meja dan ruang rapat
- Pengembangan ruang kolaborasi yang fleksibel
- Area untuk konferensi video dan pertemuan hybrid
- Optimalisasi tata letak untuk mendukung interaksi spontan
Kebijakan dan Panduan
Kembangkan dokumentasi komprehensif yang mencakup:
- Kebijakan hybrid working formal
- Panduan dan Prosedur Operasi Standar untuk berbagai skenario
- Protokol komunikasi dan ketersediaan
- Aturan etika dan ekspektasi profesional
Fase 3: Membangun Kapabilitas Hybrid Working
Pengembangan Kepemimpinan
Pemimpin membutuhkan keterampilan baru untuk mengelola tim hybrid secara efektif:
- Manajemen berbasis hasil vs. kehadiran
- Komunikasi efektif dalam lingkungan terdistribusi
- Pemberian umpan balik dan pembinaan jarak jauh
- Membangun kepercayaan dan akuntabilitas
Pengembangan Karyawan
Berikan pelatihan untuk membantu karyawan sukses dalam pengaturan hybrid:
- Manajemen waktu dan produktivitas mandiri
- Komunikasi dan kolaborasi digital
- Penggunaan alat dan platform baru
- Kesehatan dan ergonomi untuk kerja jarak jauh
Membangun Budaya Hybrid
Kembangkan budaya yang mendukung kolaborasi dan kohesi dalam lingkungan terdistribusi:
- Ritual tim yang dapat diakses oleh semua anggota
- Praktik inklusi untuk karyawan di tempat dan jarak jauh
- Norma komunikasi yang mendukung transparansi
- Acara dan aktivitas yang memperkuat nilai perusahaan
Fase 4: Evaluasi dan Optimalisasi Berkelanjutan
Pengukuran dan Pemantauan Kinerja
Implementasikan sistem pengukuran komprehensif:
- KPI dan metrik produktivitas
- Survei keterlibatan dan kepuasan karyawan
- Efisiensi operasional dan penghematan biaya
- Dampak pada retensi dan rekrutmen
Siklus Umpan Balik dan Perbaikan
Buat mekanisme umpan balik untuk penyempurnaan berkelanjutan:
- Survei reguler untuk menangkap persepsi dan tantangan
- Sesi retrospektif tim untuk berbagi pembelajaran
- Saluran anonim untuk masukan jujur
- Komite hybrid working dengan perwakilan berbagai level
Baca juga: Jam Kerja Fleksibel: Manfaat, Kekurangan, Cara Mengatasinya
Teknologi Pendukung Hybrid Working
Kategori Solusi Teknologi Esensial
1. Kolaborasi dan Komunikasi
Platform yang memungkinkan interaksi mulus antara karyawan di tempat dan jarak jauh:
- Konferensi video dengan fitur kolaborasi dokumen
- Platform pesan untuk komunikasi waktu nyata dan asinkron
- Papan tulis virtual untuk curah pendapat dan perencanaan
- Alat penerjemahan untuk tim multibahasa
2. Manajemen Proyek dan Produktivitas
Solusi untuk koordinasi pekerjaan dan pelacakan kemajuan:
- Perangkat lunak manajemen proyek berbasis awan
- Alat pelacakan dan manajemen tugas
- Sistem dokumentasi dan berbagi pengetahuan
- Aplikasi pelacakan waktu dan manajemen prioritas
3. Keamanan dan Kepatuhan
Teknologi untuk melindungi data dan memastikan kepatuhan:
- Solusi VPN dan akses jarak jauh yang aman
- Sistem otentikasi multi-faktor
- Enkripsi end-to-end untuk komunikasi sensitif
- Alat pemantauan dan audit untuk kepatuhan
4. Pengalaman dan Keterlibatan Karyawan
Platform untuk memelihara budaya dan konektivitas:
- Portal karyawan dan intranet yang ramah pengguna
- Aplikasi pengakuan dan apresiasi antar rekan
- Alat survei dan pemeriksaan denyut nadi untuk umpan balik waktu nyata
- Platform pembelajaran dan pengembangan virtual
Membangun Budaya Kerja Hybrid yang Inklusif
Prinsip-prinsip Budaya Kerja Hybrid
1. Kesetaraan Pengalaman
Memastikan pengalaman yang setara bagi karyawan di tempat dan jarak jauh:
- Format pertemuan yang mengakomodasi partisipasi jarak jauh
- Akses yang sama ke informasi dan sumber daya
- Kesempatan pengembangan yang adil
- Visibilitas dan pengakuan untuk semua kontributor
2. Komunikasi Transparan dan Asinkron
Mengembangkan praktik komunikasi yang efektif dalam lingkungan terdistribusi:
- Dokumentasi yang komprehensif dan dapat diakses
- Jadwal pertemuan yang menghormati zona waktu berbeda
- Kombinasi komunikasi sinkron dan asinkron
- Satu sumber kebenaran untuk informasi penting
3. Kepercayaan dan Akuntabilitas
Membangun fondasi kepercayaan yang memungkinkan otonomi dengan akuntabilitas:
- Fokus pada hasil dan luaran, bukan jam kerja
- Ekspektasi dan KPI yang jelas
- Pelaporan dan pemeriksaan yang tidak invasif
- Pengakuan dan perayaan pencapaian
Praktik Terbaik untuk Pertemuan Hybrid
Pertemuan yang melibatkan peserta di tempat dan jarak jauh memerlukan pendekatan khusus:
- Pola pikir “Jarak Jauh Terlebih Dahulu” bahkan dengan beberapa peserta di kantor
- Penggunaan kamera web dan audio yang berkualitas
- Fasilitasi aktif untuk memastikan partisipasi merata
- Distribusi agenda dan materi sebelumnya
- Dokumentasi keputusan dan tindak lanjut
Baca juga: 7 Tools dan Platform Wajib untuk Membangun Tim Kompetitif di Era Digital
Tren Masa Depan dan Evolusi Hybrid Working di Indonesia
Tren yang Perlu Diantisipasi
1. Personalisasi yang Lebih Tinggi
Pergeseran dari kebijakan satu-ukuran-untuk-semua menuju model yang dipersonalisasi berdasarkan peran, preferensi individual, dan gaya kerja karyawan.
2. Kantor sebagai Pusat Kolaborasi
Transformasi fungsi kantor dari tempat kerja rutin menjadi pusat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan budaya dengan desain yang mendukung interaksi berkualitas tinggi.
3. Teknologi Imersif untuk Kolaborasi Jarak Jauh
Adopsi teknologi realitas virtual/augmented untuk menciptakan pengalaman kolaborasi yang lebih kaya dan imersif meskipun tim tersebar secara geografis.
4. Teknologi Kantor Pintar
Implementasi IoT dan analitik untuk mengoptimalkan penggunaan ruang kantor, kenyamanan, dan efisiensi energi berdasarkan pola kehadiran hybrid.
Dampak pada Pasar Tenaga Kerja Indonesia
Dampak jangka panjang lainnya meliputi:
- Desentralisasi talenta dari kota-kota besar
- Perubahan dalam desain perkotaan dan transportasi
- Transformasi pasar properti komersial dan residensial
- Pengembangan ekonomi digital di daerah-daerah sekunder
Kesimpulan: Hybrid Working sebagai Keunggulan Kompetitif
Hybrid working bukan lagi sekadar tren sementara atau solusi situasional, melainkan evolusi fundamental dalam cara bekerja yang akan terus mendefinisikan lanskap bisnis di Indonesia dalam jangka panjang. Bagi perusahaan, model kerja ini menawarkan kesempatan untuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi biaya, dan akses ke kumpulan talenta yang lebih luas.
Keberhasilan implementasi hybrid working bergantung pada pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek budaya, teknologi, kebijakan, dan kepemimpinan. Perusahaan yang dapat menyeimbangkan fleksibilitas dengan produktivitas, memelihara budaya kohesif dalam tim terdistribusi, dan beradaptasi dengan evolusi kebutuhan bisnis dan karyawan akan berada pada posisi terbaik untuk memanfaatkan potensi model kerja ini.
Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keberagaman geografis dan tantangan infrastruktur, hybrid working dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengadopsi pendekatan yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan spesifik organisasi, perusahaan Indonesia dapat mentransformasi cara mereka bekerja dan membangun fondasi untuk kesuksesan dalam era kerja baru.
- Sebanyak 62% Karyawan di Indonesia Lebih Memilih Bekerja Secara Hybrid, diakses pada 28 Maret 2025, https://mediaindonesia.com/teknologi/631162/sebanyak-62-karyawan-di-indonesia-lebih-memilih-bekerja-secara-hybrid
- Alasan Banyak CEO Pilih Terapkan Mode Kerja Hybrid, diakses pada 28 Maret 2025, https://activity.kompas.com/baca-cepat/xplore/biz/read/2024/11/17/143007028/alasan-banyak-ceo-pilih-terapkan-mode-kerja-hybrid