Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji, Bedanya dengan Data Scientist

Shirley Candrawardhani
Profesional konten digital dengan 7+ tahun pengalaman, berlatar belakang Ilmu Komunikasi. Ahli strategi pencarian kerja dan optimasi profil, ia membagikan wawasan praktis seputar pengembangan karir, tren industri, dan teknik menarik perhatian rekruter.
Tugas dan tanggungjawab data analyst
Data Analyst: Tugas, Skill, Gaji, Bedanya dengan Data Scientist

Data analyst adalah profesional yang bertugas mengumpulkan, memproses, dan melakukan analisis terhadap data untuk menghasilkan wawasan (insights) yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan bisnis.

Di era transformasi digital yang sedang berkembang pesat di Indonesia, profesi data analyst semakin dibutuhkan oleh berbagai sektor industri. Mereka mengubah kumpulan data mentah menjadi informasi yang bermakna, membantu perusahaan mengidentifikasi tren, pola, dan korelasi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Apakah Anda tertarik untuk mengejar karier sebagai data analyst? Atau mungkin Anda sudah bekerja di bidang lain dan ingin beralih ke profesi yang sedang naik daun ini? Dalam artikel komprehensif ini, kita akan membahas secara mendalam tentang apa itu data analyst, peran dan tanggung jawabnya, keterampilan yang dibutuhkan, jalur karier, prospek kerja, dan kisaran gaji di Indonesia. 

Pengertian dan Peran Data Analyst dalam Bisnis

Untuk memahami profesi data analyst secara komprehensif, mari kita bahas definisi, ruang lingkup pekerjaan, dan bagaimana peran ini berkontribusi pada kesuksesan bisnis, khususnya dalam konteks industri di Indonesia.

Definisi Komprehensif Data Analyst

Data analyst adalah profesional yang menggunakan teknik analisis data untuk mengolah informasi kompleks dan menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti (actionable insights). Mereka beroperasi di persimpangan antara bisnis dan teknologi, menggunakan keterampilan teknis untuk memecahkan masalah-masalah bisnis.

Dalam lanskap bisnis Indonesia, data analyst sering berperan sebagai jembatan antara tim teknis (seperti IT atau engineering) dan tim bisnis (seperti marketing, finance, atau operations). Mereka menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi analisis teknis dan kemudian mengkomunikasikan hasil temuan dengan cara yang mudah dipahami oleh stakeholder non-teknis.

Perbedaan Data Analyst dengan Profesi Data Lainnya

Seiring dengan perkembangan industri data di Indonesia, muncul berbagai peran spesialis data yang sering membingungkan bagi orang awam. Berikut perbedaan utama antara data analyst dan peran data lainnya:

PosisiFokus UtamaKeterampilan Kunci
Data AnalystMenganalisis data historis untuk mengidentifikasi tren dan polaSQL, Excel, visualisasi data, statistical analysis
Data ScientistMembangun model prediktif dan algoritma machine learningProgramming (Python/R), machine learning, statistik lanjutan
Data EngineerMembangun infrastruktur dan pipeline untuk pengolahan dataProgramming, database, cloud infrastructure, ETL processes
Business Intelligence AnalystFokus pada reporting dan dashboarding untuk pengambilan keputusan bisnisBI tools (Tableau, Power BI), SQL, business knowledge
Data EntryMemasukkan dan memverifikasi data ke dalam sistemKetelitian, kecepatan pengetikan, spreadsheet dasar

Peran dan Kontribusi Data Analyst dalam Bisnis Indonesia

Dalam konteks bisnis Indonesia, data analyst memberikan kontribusi signifikan melalui beberapa cara:

  1. Pengambilan Keputusan Berbasis Data
    Di negara yang sedang bertransformasi digital seperti Indonesia, data analyst membantu mengubah budaya organisasi dari pengambilan keputusan berdasarkan intuisi menjadi berbasis data. 
  2. Pemahaman Pelanggan yang Lebih Baik
    Dengan populasi lebih dari 270 juta penduduk dan penetrasi internet yang terus meningkat, perusahaan Indonesia menghasilkan volume data pelanggan yang sangat besar. Data analyst membantu menyaring data ini untuk memahami perilaku, preferensi, dan kebutuhan konsumen Indonesia yang beragam.
  3. Optimasi Operasional dan Efisiensi
    Di tengah persaingan yang ketat di berbagai industri, data analyst membantu perusahaan Indonesia mengidentifikasi area-area inefisiensi dan peluang optimasi.
  4. Identifikasi Peluang Bisnis Baru
    Data analyst membantu perusahaan Indonesia mengidentifikasi segmen pasar yang belum terlayani atau kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, membuka peluang untuk produk dan layanan baru.
  5. Kepatuhan dan Manajemen Risiko
    Dalam lingkungan regulasi yang semakin ketat, terutama setelah disahkannya UU Perlindungan Data Pribadi Indonesia pada 2022, data analyst membantu perusahaan memastikan praktik penggunaan data mereka mematuhi regulasi dan mengidentifikasi potensi risiko.

Studi Kasus: Transformasi Berbasis Data di Bank X Indonesia

Bank X, salah satu bank tier-2 di Indonesia, menghadapi tantangan tingkat churn nasabah yang tinggi pada 2022. Tim data analyst mereka menganalisis data transaksi, interaksi customer service, dan feedback nasabah selama 6 bulan terakhir. Analisis menunjukkan bahwa nasabah yang melakukan minimal 3 kali kontak dengan customer service untuk masalah yang sama memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar untuk menutup rekening mereka dalam 90 hari.

Berdasarkan insight ini, Bank X mengimplementasikan sistem “red flag” otomatis untuk eskalasi kasus setelah kontak kedua, dan memberikan pelatihan khusus pada tim customer service. Dalam 6 bulan setelah implementasi, tingkat churn nasabah menurun 27%, menghasilkan penghematan estimated revenue sebesar Rp 15 miliar per tahun.

Kualifikasi dan Keterampilan yang Dibutuhkan Data Analyst

Menjadi data analyst yang sukses, terutama di pasar kerja Indonesia yang kompetitif, membutuhkan kombinasi keterampilan teknis (hard skills) dan non-teknis (soft skills). Berikut adalah kualifikasi dan keterampilan komprehensif yang perlu Anda kembangkan:

Pendidikan dan Latar Belakang Akademik

Di Indonesia, sebagian besar posisi data analyst membutuhkan kualifikasi pendidikan formal, meskipun jalur alternatif semakin diakui. Berikut persyaratan pendidikan yang umum:

  1. Pendidikan Formal
    • Minimal S1 di bidang terkait seperti Ilmu Komputer, Statistik, Matematika, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Ekonomi Kuantitatif, atau Data Science
    • Untuk posisi senior, gelar S2 di bidang terkait dapat menjadi nilai tambah
  2. Jalur Alternatif
    Beberapa jalur non-tradisional yang semakin diakui di Indonesia:
    • Bootcamp Data Analytics (seperti Hacktiv8, Purwadhika, DQlab, atau Rakamin Academy)
    • Sertifikasi profesional (seperti Google Data Analytics, Microsoft Certified: Data Analyst Associate, atau IBM Data Analyst Professional Certificate)
    • Program pendidikan online seperti Coursera, Udemy, atau DataCamp

Hard Skills 

Keterampilan teknis ini menjadi fondasi bagi setiap data analyst yang sukses:

  1. Keterampilan Statistik
    • Statistik deskriptif dan inferensial
    • Distribusi probabilitas
    • Pengujian hipotesis
    • Regresi dan korelasi
    • Analisis deret waktu
  2. Bahasa Query dan Database
    • SQL (Structured Query Language) untuk ekstraksi dan manipulasi data
    • Pemahaman tentang database relasional (MySQL, PostgreSQL, Oracle, SQL Server)
    • Pengalaman dengan data warehouse
    • Kemampuan mengoptimasi query untuk performa yang lebih baik
  3. Tools dan Software Analisis Data
    • Microsoft Excel (tabel pivot, VLOOKUP, fungsi statistik, Power Query)
    • Alat visualisasi (Tableau, Power BI, Looker)
    • Perangkat lunak statistik (SPSS, SAS, R, pustaka Python seperti Pandas, NumPy, Matplotlib)
    • Alat ETL (Alteryx, Talend, Pentaho)
  4. Programming untuk Analisis Data
    • Python (pustaka: pandas, numpy, matplotlib, seaborn, scikit-learn)
    • R (tidyverse, ggplot2, dplyr)
    • Pengetahuan dasar tentang pengendalian versi (Git)
  5. Data Cleaning dan Preprocessing
    • Menangani nilai yang hilang
    • Deteksi dan penanganan outlier
    • Normalisasi dan standardisasi data
    • Transformasi data
    • Rekayasa fitur
  6. Visualisasi Data
    • Prinsip-prinsip desain visualisasi yang efektif
    • Teknik storytelling dengan data
    • Pembuatan dashboard interaktif
    • Keterampilan spesifik alat (Tableau, Power BI, Qlik, Google Data Studio)

Ingin menguasai keterampilan Excel yang penting untuk data analyst? Pelajari rumus-rumus Excel esensial di artikel lengkap kami

Soft Skills 

Keterampilan non-teknis ini sama pentingnya dengan keterampilan teknis, terutama dalam konteks kerja di Indonesia:

  1. Komunikasi Efektif
    • Kemampuan menjelaskan konsep teknis kepada audiens non-teknis
    • Storytelling dengan data
    • Penulisan laporan analisis yang jelas
    • Presentasi yang impactful
  2. Critical Thinking dan Problem Solving
    • Mengidentifikasi masalah bisnis yang dapat diselesaikan dengan analisis data
    • Mengevaluasi sumber data dan metodologi secara kritis
    • Menghindari bias dalam analisis
    • Mendekati masalah dengan perspektif beragam
  3. Ketajaman Bisnis
    • Pemahaman tentang industri dan konteks bisnis
    • Kemampuan mengidentifikasi pertanyaan bisnis yang relevan
    • Menghubungkan analisis data dengan KPI dan metrik bisnis
    • Memahami implikasi finansial dari insight data
  4. Kerjasama Tim
    • Kolaborasi dengan tim teknis dan non-teknis
    • Kemampuan bekerja dalam tim lintas fungsi
    • Mengelola ekspektasi stakeholder
    • Memberikan dan menerima feedback konstruktif
  5. Adaptabilitas dan Pembelajaran Kontinyu
    • Mengikuti perkembangan tools dan teknologi
    • Kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis
    • Self-learning dan upskilling
    • Kemampuan untuk pivot antara berbagai metodologi analisis

Tertarik dengan karier di bidang data? Pelajari juga prospek kerja di bidang Sistem Informasi yang masih berkaitan erat dengan analisis data

Tugas dan Tanggung Jawab Data Analyst di Indonesia

Untuk memahami secara konkret apa yang dilakukan data analyst dalam keseharian mereka, khususnya di lingkungan kerja Indonesia, mari kita bahas tugas dan tanggung jawab utama posisi ini:

Siklus Kerja Analisis Data

Pekerjaan data analyst umumnya mengikuti siklus analisis data berikut:

  1. Pengumpulan dan Akuisisi Data
    • Mengidentifikasi sumber data relevan (internal dan eksternal)
    • Mengekstrak data dari berbagai sistem (database, API, file spreadsheet)
    • Menilai kualitas dan kelengkapan data
    • Mendokumentasikan metadata dan proses pengumpulan
  2. Data Cleaning dan Preprocessing
    • Mendeteksi dan menangani missing values, outliers, dan duplikasi
    • Standardisasi format (tanggal, mata uang, dll)
    • Transformasi data untuk analisis
    • Validasi integritas dan konsistensi data
  3. Eksplorasi dan Analisis Data
    • Melakukan analisis statistik untuk mengidentifikasi pola dan tren
    • Mencari korelasi dan hubungan antar variabel
    • Segmentasi dan clustering data
    • Analisis time-series untuk data historis
    • A/B testing dan eksperimen
  4. Visualisasi Data dan Reporting
    • Membuat visualisasi yang jelas dan informatif
    • Mengembangkan dashboard untuk monitoring metrik utama
    • Menyusun laporan reguler dan ad-hoc
    • Mengomunikasikan temuan kepada stakeholders
  5. Interpretasi dan Rekomendasi
    • Menginterpretasikan hasil analisis dalam konteks bisnis
    • Mengidentifikasi actionable insights
    • Memberikan rekomendasi berbasis data
    • Mengevaluasi dampak potensial dari tindakan berdasarkan temuan

Tanggung Jawab Spesifik Berdasarkan Industri

Tugas data analyst dapat bervariasi signifikan berdasarkan industri tempat mereka bekerja. Berikut beberapa contoh spesifik di industri-industri utama di Indonesia:

  1. E-commerce dan Marketplace
    • Analisis perilaku pengguna dan perjalanan pelanggan (customer journey)
    • Optimasi tingkat konversi (conversion rate) dan retensi
    • Analisis keranjang belanja (market basket analysis) untuk rekomendasi produk
    • Analisis harga dan elastisitas harga
    • Evaluasi efektivitas kampanye pemasaran
  2. Perbankan dan Fintech
    • Penilaian kredit (credit scoring) dan analisis risiko
    • Deteksi penipuan (fraud) dan aktivitas mencurigakan
    • Segmentasi pelanggan untuk penjualan silang (cross-selling) dan penjualan tambahan (up-selling)
    • Analisis kinerja produk finansial
    • Peramalan (forecasting) dan penganggaran (budgeting)
    • Kepatuhan dan pelaporan peraturan
  3. Telekomunikasi
    • Analisis kehilangan pelanggan (customer churn) dan strategi retensi
    • Perencanaan penggunaan jaringan dan kapasitas (network usage and capacity planning)
    • Optimasi paket harga (pricing plan) dan bundling
    • Analisis berbasis lokasi untuk perluasan jaringan
    • Pemantauan kualitas layanan
  4. FMCG (Fast Moving Consumer Goods)
    • Riset pasar dan analisis kompetitif
    • Optimasi rantai pasok (supply chain optimization)
    • Efektivitas promosi perdagangan
    • Pemantauan kesehatan merek (brand health monitoring)
    • Kinerja saluran distribusi
  5. Kesehatan dan Asuransi
    • Analisis klaim dan pemanfaatan layanan
    • Pemodelan risiko dan penetapan harga
    • Deteksi penipuan (fraud detection)
    • Analisis hasil layanan dan peningkatan kualitas
    • Tren kesehatan dan epidemiologi
  6. Media dan Hiburan
    • Analisis audiens dan segmentasi
    • Kinerja konten dan keterlibatan (engagement)
    • Efektivitas iklan dan monetisasi
    • Prediksi retensi pengguna dan kehilangan pelanggan (churn prediction)
    • Personalisasi dan rekomendasi

Contoh Proyek Tipikal Data Analyst di Indonesia

Berikut adalah contoh-contoh proyek nyata yang dikerjakan data analyst di berbagai perusahaan Indonesia:

  1. Analisis Segmentasi Pelanggan (Retail dan E-commerce)
    Data analyst menganalisis data transaksional, demografis, dan perilaku pelanggan untuk membuat segmentasi yang membantu tim pemasaran menyusun strategi yang lebih terarah. Hasilnya adalah peningkatan keterlibatan (engagement) dan tingkat konversi (conversion rate) melalui komunikasi dan penawaran yang lebih relevan.
  2. Dashboard Monitoring Performa Bisnis (Lintas Industri)
    Membangun dashboard interaktif yang menampilkan KPI utama bisnis (penjualan, biaya akuisisi pelanggan, nilai seumur hidup pelanggan, dll) yang memungkinkan eksekutif dan manajer memantau performa secara real-time dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian.
  3. Optimasi Pembelanjaan Marketing (Iklan dan Media)
    Menganalisis efektivitas berbagai saluran pemasaran untuk mengidentifikasi saluran dengan ROI tertinggi. Data analyst menggunakan analisis atribusi multi-touch untuk memahami kontribusi setiap titik kontak dalam perjalanan pelanggan.
  4. Forecasting Demand (Retail, FMCG, dan Logistik)
    Mengembangkan model peramalan berbasis data historis, musiman, tren pasar, dan faktor eksternal untuk membantu tim persediaan dan rantai pasok mengoptimalkan stok dan mengurangi kekurangan stok atau kelebihan stok.
  5. Analisis Churn dan Strategi Retensi (Telekomunikasi dan SaaS)
    Mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi kemungkinan kehilangan pelanggan (churn) dan mengembangkan sistem penilaian untuk mendeteksi pelanggan berisiko tinggi, memungkinkan tim keberhasilan pelanggan melakukan intervensi proaktif.

Baru memulai karier di bidang data? Pelajari juga tentang posisi Data Entry yang bisa menjadi batu loncatan menuju karier Data Analyst

Jalur Karier dan Perkembangan Profesional Data Analyst di Indonesia

Profesi data analyst menawarkan jalur karier yang menjanjikan dan beragam di Indonesia. Mari kita eksplorasi opsi pengembangan karier, prospek industri, dan langkah-langkah untuk memulai dan mengembangkan karier di bidang ini.

Perkembangan Karier Data Analyst

Jalur karier tipikal untuk data analyst di Indonesia umumnya mengikuti pola berikut:

  1. Junior Data Analyst / Data Analyst I (0-2 tahun pengalaman)
    • Fokus pada tugas dasar seperti data cleaning, query sederhana, dan pembuatan laporan standar
    • Bekerja di bawah supervisi analis senior
    • Mempelajari tools, proses, dan konteks bisnis perusahaan
    • Terlibat dalam proyek tim dengan tanggung jawab terbatas
  2. Data Analyst / Data Analyst II (2-4 tahun pengalaman)
    • Menangani analisis yang lebih kompleks secara independen
    • Membangun dashboard dan laporan interaktif
    • Berkomunikasi langsung dengan stakeholders bisnis
    • Memberikan rekomendasi berdasarkan analisis
  3. Senior Data Analyst (4-6 tahun pengalaman)
    • Memimpin proyek analisis end-to-end
    • Memberikan bimbingan kepada junior analyst
    • Berkontribusi pada strategic planning
    • Mengembangkan metodologi dan praktik terbaik
    • Bekerja pada masalah bisnis yang kompleks
  4. Lead Data Analyst / Analytics Manager (6-8+ tahun pengalaman)
    • Mengelola tim analysts
    • Menentukan prioritas proyek dan alokasi resources
    • Memastikan kualitas output dari tim analisis
    • Berkolaborasi dengan kepemimpinan untuk menentukan strategi data

Jalur Karier Alternatif dan Spesialisasi

Setelah membangun fondasi sebagai data analyst, beberapa jalur spesialisasi dan pengembangan karier yang populer di Indonesia meliputi:

  1. Transisi ke Data Science
    Banyak data analyst mengembangkan keterampilan dalam machine learning dan advanced analytics untuk bertransisi menjadi data scientist. Jalur ini membutuhkan penguasaan lebih mendalam dalam programming, statistik, dan algoritma machine learning.
  2. Business Intelligence (BI) Specialist
    Fokus pada pengembangan dan pengelolaan sistem BI, data warehouse, dan dashboard interaktif untuk mendukung keputusan bisnis.
  3. Domain Specialist
    Menjadi spesialis analisis dalam industri atau fungsi tertentu, seperti:
    • Marketing Analytics Specialist
    • Financial Analytics Expert
    • HR Analytics Consultant
    • Supply Chain Analytics Professional
    • Risk Analytics Specialist
  4. Data Analytics Consultant
    Bekerja di perusahaan konsultan memberikan solusi analitik kepada berbagai klien, atau menjadi konsultan independen untuk proyek-proyek spesifik.
  5. Jalur Manajemen
    Jalur ke posisi seperti Analytics Manager, Head of Business Intelligence, atau bahkan Chief Data Officer (CDO) untuk profesional yang tertarik pada aspek kepemimpinan dan manajemen.

Bagaimana Memulai dan Mengembangkan Karier sebagai Data Analyst

Jika Anda tertarik untuk memulai atau mengembangkan karier sebagai data analyst di Indonesia, berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat Anda ambil:

  1. Membangun Fondasi Keterampilan
    • Kuasai fundamental SQL dan Excel yang merupakan tools dasar yang digunakan di hampir semua perusahaan
    • Pelajari bahasa pemrograman yang relevan (Python atau R) melalui kursus online, bootcamp, atau belajar mandiri
    • Pahami konsep dasar statistik dan visualisasi data
    • Familiar dengan tools BI popular di Indonesia seperti Tableau, Power BI, atau Google Data Studio
  2. Pendidikan dan Sertifikasi
    • Pertimbangkan gelar formal di bidang relevan jika memungkinkan
    • Ambil sertifikasi profesional yang diakui industri seperti Microsoft Certified: Data Analyst Associate, Google Data Analytics Professional Certificate, atau Tableau Desktop Certified Associate
    • Ikuti bootcamp data analytics yang semakin populer di Indonesia seperti Hacktiv8, DQlab, atau Rakamin Academy
  3. Bangun Portofolio Proyek
    • Kerjakan proyek analisis data mandiri menggunakan dataset publik atau dari kompetisi seperti Kaggle
    • Publikasikan analisis dan visualisasi Anda di platform seperti GitHub, Tableau Public, atau blog personal
    • Partisipasi dalam hackathon data atau datathon yang sering diadakan di Indonesia
    • Gunakan kasus bisnis lokal yang relevan untuk menunjukkan pemahaman konteks Indonesia
  4. Networking dan Komunitas
    • Bergabung dengan komunitas data seperti Data Science Indonesia, Python Indonesia, atau R Ladies Jakarta
    • Hadiri meetup dan konferensi industri seperti Data Science Weekend, Big Data Conference, atau AI for Enterprise
    • Terhubung dengan data profesional melalui LinkedIn dan forum profesional
    • Cari mentor yang bisa memberikan bimbingan dalam perjalanan karier Anda
  5. Strategi Job Hunting yang Efektif
    • Sesuaikan resume dan surat lamaran untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap posisi
    • Highlight proyek relevan dan impact bisnis yang Anda hasilkan
    • Persiapkan diri untuk technical interview dan take-home assignment yang umum dalam proses rekrutmen data analyst
    • Pertimbangkan memulai dengan magang atau posisi junior untuk mendapatkan pengalaman industri

Temukan lowongan Data Analyst terbaru dari perusahaan terkemuka di Indonesia. Download aplikasi KitaLulus sekarang dan mulai perjalanan karier Anda di bidang data! 

Gaji Data Analyst di Indonesia

Bagi banyak profesional dan pencari kerja, informasi tentang gaji dan kompensasi merupakan pertimbangan penting dalam pemilihan karier. Berikut adalah gambaran komprehensif tentang kisaran gaji data analyst di Indonesia berdasarkan level pengalaman, industri, dan lokasi.

  1. Entry-Level / Junior Data Analyst (0-2 tahun)
    • Jakarta & Sekitarnya: Rp 6.000.000 – Rp 12.000.000
    • Kota Besar Lainnya (Surabaya, Bandung, Yogyakarta): Rp 5.000.000 – Rp 9.000.000
    • Remote (Perusahaan Indonesia): Rp 5.500.000 – Rp 10.000.000
  2. Mid-Level Data Analyst (2-4 tahun)
    • Jakarta & Sekitarnya: Rp 12.000.000 – Rp 22.000.000
    • Kota Besar Lainnya: Rp 9.000.000 – Rp 16.000.000
    • Remote (Perusahaan Indonesia): Rp 10.000.000 – Rp 18.000.000
  3. Senior Data Analyst (4-6 tahun)
    • Jakarta & Sekitarnya: Rp 22.000.000 – Rp 35.000.000
    • Kota Besar Lainnya: Rp 16.000.000 – Rp 28.000.000
    • Remote (Perusahaan Indonesia): Rp 18.000.000 – Rp 30.000.000
  4. Lead Data Analyst / Analytics Manager (6+ tahun)
    • Jakarta & Sekitarnya: Rp 35.000.000 – Rp 60.000.000+
    • Kota Besar Lainnya: Rp 28.000.000 – Rp 45.000.000
    • Remote (Perusahaan Indonesia): Rp 30.000.000 – Rp 50.000.000

Untuk posisi remote di perusahaan internasional yang merekrut talent Indonesia, gaji bisa lebih tinggi, dengan junior analyst bisa mendapatkan setara Rp 15.000.000 – Rp 25.000.000, dan senior positions mencapai Rp 50.000.000 – Rp 80.000.000 per bulan.

Kesimpulan

Seiring dengan transformasi digital yang terus berlangsung di Indonesia, profesi data analyst adalah salah satu karier paling menjanjikan di pasar kerja saat ini dan di masa mendatang. 

Dengan kombinasi tepat antara keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, dan pemahaman bisnis lokal, karier sebagai data analyst di Indonesia menawarkan jalan menuju pekerjaan yang menguntungkan secara finansial, menantang secara intelektual, dan memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat. Inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan atau mengembangkan karier di bidang yang dinamis dan terus berkembang ini.

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top