15+ Contoh Jawaban Motivasi Kerja yang Meyakinkan

Ditinjau oleh
People Acquisition and Employer Branding Associate at KitaLulus

Recruiter berpengalaman dengan keahlian Recruitment dan Talent Acquisition menggunakan metode sourcing inovatif dan BEI. Memiliki rekam jejak merekrut talent berkualitas dari entry hingga senior level.

motivasi kerja saat interview
15+ Contoh Jawaban Motivasi Kerja yang Meyakinkan
Isi Artikel

Pertanyaan tentang motivasi kerja hampir selalu muncul dalam setiap proses interview. Memiliki contoh jawaban pertanyaan motivasi kerja yang tepat dan meyakinkan dapat menjadi penentu keberhasilan Anda dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. 

Menjawab pertanyaan motivasi kerja dengan baik menunjukkan bahwa Anda bukan hanya mencari pekerjaan semata, tetapi memiliki tujuan jangka panjang dan passion yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan.

Artikel ini akan membahas berbagai contoh jawaban pertanyaan motivasi kerja yang dapat membantu Anda meyakinkan interviewer dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan posisi yang Anda lamar.

Mengapa Motivasi Kerja Penting bagi Recruiter Indonesia

Sebelum membahas contoh jawaban, penting untuk memahami mengapa motivasi kerja sangat diperhatikan oleh recruiter di Indonesia:

1. Indikator Ketahanan dan Komitmen

Di Indonesia, dengan tingkat turnover karyawan yang tinggi (15-20% per tahun di berbagai industri), perusahaan mencari kandidat yang akan bertahan lama. Motivasi kerja yang kuat menjadi indikator bahwa Anda akan tetap produktif dan loyal meskipun menghadapi tantangan.

2. Kesesuaian dengan Budaya Perusahaan

Budaya kerja di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang menggabungkan nilai-nilai lokal dengan standar profesional internasional. Banyak karyawan yang merasa tidak termotivasi bekerja di perusahaan yang mereka tidak cocok secara budaya.

3. Prediksi Performa

Mengutip dari Binus, teori Herzberg menyatakan bahwa motivasi intrinsik, seperti kepuasan kerja dan pengakuan, dapat meningkatkan produktivitas karyawan secara signifikan. Di Indonesia, di mana efisiensi dan produktivitas menjadi fokus utama banyak perusahaan, motivasi kerja yang tepat menjadi prediktor performa yang kuat.

Jenis-Jenis Pertanyaan Motivasi Kerja dalam Interview

Pertanyaan tentang motivasi kerja dapat muncul dalam berbagai bentuk. Berikut beberapa variasi pertanyaan motivasi kerja yang sering ditanyakan dalam interview di Indonesia:

1. Pertanyaan Langsung

  • “Apa yang memotivasi Anda dalam bekerja?”
  • “Apa yang membuat Anda semangat untuk bekerja setiap hari?”
  • “Faktor apa yang paling memotivasi Anda dalam lingkungan kerja?”

2. Pertanyaan Tidak Langsung

  • “Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan kami?”
  • “Apa yang Anda cari dari pekerjaan ini?”
  • “Bagaimana Anda melihat diri Anda berkembang di perusahaan ini?”

3. Pertanyaan Berbasis Situasi

  • “Ceritakan tentang proyek yang paling memotivasi Anda di masa lalu.”
  • “Bagaimana Anda tetap termotivasi ketika menghadapi project yang menantang?”
  • “Bagaimana cara Anda memotivasi diri ketika mengerjakan tugas yang kurang menarik?”

Contoh Jawaban Pertanyaan Motivasi Kerja: Pendekatan Umum

jawaban pertanyaan motivasi kerja saat interview

Berikut adalah beberapa contoh jawaban pertanyaan motivasi kerja dengan pendekatan umum yang dapat disesuaikan dengan situasi Anda:

1 Motivasi untuk Pengembangan Profesional

Pertanyaan: “Apa yang memotivasi Anda dalam bekerja?”

Jawaban: “Hal yang paling memotivasi saya adalah peluang untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan profesional. Saya percaya bahwa pertumbuhan pribadi dan profesional saling terkait, dan saya selalu mencari lingkungan kerja yang mendorong pembelajaran berkelanjutan.

Di posisi sebelumnya, saya sangat termotivasi ketika diberi tanggung jawab untuk memimpin proyek pengembangan sistem CRM yang baru. Tantangan tersebut memaksa saya untuk mempelajari teknologi baru dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan. Hasilnya, tidak hanya proyek tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu, tetapi tim saya juga mencapai efisiensi 30% lebih tinggi dari target awal.

Dari riset saya, saya melihat perusahaan Bapak/Ibu memiliki budaya pengembangan karyawan yang kuat dengan program pelatihan reguler dan rotasi posisi, yang sangat sesuai dengan motivasi saya untuk terus berkembang.”

Analisis: Jawaban ini efektif karena:

  • Menunjukkan motivasi intrinsik (keinginan untuk berkembang)
  • Memberikan contoh konkret dari pengalaman sebelumnya
  • Mengaitkan motivasi dengan nilai perusahaan
  • Menyertakan hasil terukur (peningkatan efisiensi 30%)

2. Motivasi untuk Memecahkan Masalah dan Inovasi

Pertanyaan: “Apa yang membuat Anda semangat untuk bekerja setiap hari?”

Jawaban: “Yang membuat saya semangat bekerja setiap hari adalah kesempatan untuk memecahkan masalah kompleks dan menghasilkan solusi inovatif. Saya sangat menikmati proses menganalisis tantangan, mengidentifikasi akar masalah, dan mengembangkan pendekatan kreatif untuk mengatasinya.

Sebagai contoh, di pekerjaan terakhir saya, tim kami menghadapi masalah tingginya tingkat churn pelanggan. Saya berinisiatif untuk menganalisis data perilaku pelanggan dan mengidentifikasi pola yang mempengaruhi retensi. Berdasarkan analisis tersebut, saya mengusulkan dan mengimplementasikan strategi engagement baru yang berhasil menurunkan churn rate sebesar 25% dalam 6 bulan.

Saya sangat tertarik dengan tantangan yang dihadapi industri ini dan melihat peluang besar untuk berkontribusi dengan solusi inovatif di perusahaan Bapak/Ibu.”

Analisis: Jawaban ini menunjukkan:

  • Orientasi pada penyelesaian masalah
  • Inisiatif dan kreativitas
  • Contoh spesifik dengan hasil terukur
  • Kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan

Ingin mengetahui lebih dalam tentang alasan melamar pekerjaan yang meyakinkan recruiter? Temukan panduannya di 17 Contoh Jawaban Alasan Melamar Pekerjaan Saat Interview!

3. Motivasi untuk Membuat Dampak dan Kontribusi

Pertanyaan: “Faktor apa yang paling memotivasi Anda dalam lingkungan kerja?”

Jawaban: “Faktor yang paling memotivasi saya adalah melihat dampak nyata dari pekerjaan saya terhadap perusahaan, pelanggan, atau masyarakat. Saya mendapatkan kepuasan besar ketika dapat berkontribusi pada tujuan yang lebih besar dan melihat bagaimana upaya saya membantu mencapai hasil positif.

Di posisi terakhir saya sebagai Marketing Specialist, saya sangat termotivasi ketika kampanye yang saya kembangkan untuk produk baru berhasil mencapai target penjualan 40% lebih cepat dari proyeksi. Melihat bagaimana produk tersebut kemudian membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional mereka memberi saya rasa pencapaian yang mendalam.

Saya tertarik dengan misi perusahaan Bapak/Ibu untuk [sebutkan misi perusahaan yang relevan] dan sangat termotivasi oleh peluang untuk berkontribusi pada tujuan tersebut.”

Analisis: Jawaban ini efektif karena:

  • Menunjukkan motivasi yang berorientasi pada dampak
  • Memberikan contoh spesifik dengan hasil terukur
  • Menghubungkan motivasi dengan misi perusahaan
  • Menunjukkan penelitian tentang perusahaan

Baca juga: 20 Contoh Jawaban “Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami”

4. Karena budaya perusahaan

Jawaban interview motivasi kerja pertama yang bisa kamu ucapkan adalah karena budaya perusahaan. Tapi, jawaban ini hanya bisa kamu lontarkan jika sudah riset tentang perusahaan sebelumnya.

Kamu dapat menyorot hal-hal baik dari perusahaan seperti budaya kerja yang seperti keluarga, work-life balance, teamwork yang baik, dan semacamnya.

Contoh jawaban dalam bahasa Indonesia:

“Saya termotivasi oleh budaya dan nilai-nilai perusahaan ini. Dari hasil riset dan interaksi dengan karyawan saat ini, saya terkesan dengan lingkungan kerja yang kolaboratif dan mendukung yang mendorong pertumbuhan dan inovasi. Komitmen perusahaan terhadap keragaman dan inklusi juga sejalan dengan nilai-nilai pribadi saya dan saya sangat antusias dengan kesempatan untuk bekerja dalam tim ini. Saya percaya bahwa lingkungan kerja yang positif ini tidak hanya akan memungkinkan saya berkembang secara profesional, tetapi juga berkontribusi pada kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.”

Contoh dalam bahasa Inggris:

“I am motivated by the company culture and values of this organization. From my research and interactions with current employees, I am impressed by the collaborative and supportive environment that fosters growth and innovation. The company’s commitment to diversity and inclusion also resonates with my personal values and I am excited about the opportunity to work in this team. I believe that this positive work environment will not only allow me to thrive professionally, but also contribute to the success of the company as a whole.”

5. Karena ingin mengejar passion dan minat dalam bidang pekerjaan

Jika kamu merupakan seseorang yang punya passion dan minat kuat dalam bidang pekerjaan yang dilamar, kamu bisa menyebutkan bahwa kamu ingin bekerja di bidang yang kamu minati tersebut.

Kamu juga bisa menambahkan bahwa kamu ingin memperoleh pengalaman yang lebih dalam di bidang itu.

Contoh jawaban interview motivasi kerja dalam bahasa Indonesia:

“Motivasi terbesar saya adalah ketika ini sejalan dengan passion saya. Saya selalu sangat tertarik dengan [masukkan bidang atau industri], dan saya percaya bahwa mengejar karir di bidang ini akan memungkinkan saya untuk memanfaatkan kekuatan saya dan memberikan kontribusi yang bermakna. Bagi saya, bekerja bukan hanya tentang mendapatkan gaji – tetapi juga tentang memenuhi tujuan dan aspirasi pribadi saya. Dengan mengikuti passion saya, saya yakin bahwa saya akan dapat tetap termotivasi dan terlibat dalam pekerjaan saya, yang pada akhirnya akan mengarah pada kepuasan kerja dan kesuksesan yang lebih besar.”

Contoh jawaban bahasa Inggris:

“My biggest motivation is when it aligns with my passion. I have always been deeply interested in [insert field or industry], and I believe that pursuing a career in this area would allow me to utilize my strengths and make meaningful contributions. For me, work isn’t just about earning a paycheck – it’s about fulfilling my personal goals and aspirations. By following my passion, I am confident that I will be able to stay motivated and engaged in my work, which will ultimately lead to greater job satisfaction and success.”

6. Karena saya ingin membuktikan apa yang bisa saya lakukan

Jawaban ini cocok menjadi alternatif jika kamu punya skill dan pengalaman relevan dengan lamaran kerjamu.

Selain itu, jangan lupa mencantumkan alasan kenapa ingin membuktikan diri di perusahaan ini, misalnya karena harapannya achievement di tempat sebelumnya bisa diulang kembali di perusahaan baru.

Baca juga: 38 Contoh Pertanyaan Interview User dan Jawabannya

7. Tertarik dengan visi misi perusahaan

Jika kamu menampakkan rasa simpati terhadap visi misi perusahaan, HRD akan terkesan dengan kesungguhanmu dan merasa yakin kalau kamu akan jadi orang yang loyal. Tapi lagi-lagi, jangan lupa belajar dulu tentang perusahaan sebelum interview ya!

8. Tertarik dengan program yang dilakukan perusahaan

Sebagai contoh, perusahaan X mempunyai program CSR berupa beasiswa ke warga desa. Saat menjawab pertanyaan motivasi kerja, kamu bisa menggunakan alasan tertarik dengan program perusahaan seperti CSR, town hall, atau bahkan outing alias jalan-jalan.

Contoh jawaban:

“I am very interested in the company’s programs. I have researched and read about the company’s programs, and I am very impressed by the company’s commitment to [insert program or initiative]. I believe that the work done by the company in this area is both important and impactful, and I would be honored to contribute to it. By working for this company, I am confident that I will be able to leverage my skills and experience to support the company’s efforts in this area. I am excited about the prospect of being a part of such a great team and contributing to the success of the company’s programs.”

Terjemahan:

“Saya sangat tertarik dengan program-program yang dijalankan oleh perusahaan ini. Saya telah melakukan penelitian dan membaca tentang program-program perusahaan, dan saya sangat terkesan dengan komitmen perusahaan terhadap [masukkan program atau inisiatif]. Saya percaya bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan di bidang ini sangat penting dan berdampak, dan saya akan bangga bisa memberikan kontribusi untuk itu. Dengan bekerja untuk perusahaan ini, saya yakin bahwa saya akan dapat memanfaatkan keterampilan dan pengalaman saya untuk mendukung upaya perusahaan. Saya sangat antusias dengan prospek menjadi bagian dari tim yang hebat dan berkontribusi pada keberhasilan program-program perusahaan.”

9. Karena ingin memajukan atau belajar dari posisi yang dilamar

Buat kamu yang belum punya achievement, pertama-tama kamu bisa menyoroti achievement divisi posisi yang dilamar. Setelah itu, kamu bisa menyebut bahwa kamu ingin belajar langsung tentang cara mencapai achievement tersebut dengan bergabung ke divisi bersangkutan.

Akan tetapi, jika divisi tersebut memiliki hal-hal yang butuh ditingkatkan, kamu bisa menyebut kalau kamu ingin membantu tim meningkatkan hal itu.

10. Karena menyukai tantangan

Selain merendahkan hati, HRD juga suka individu yang mau bekerja keras dan menyukai tantangan, lho! Untuk memperkuat jawaban pertanyaan motivasi kerja saat interview satu ini, kamu bisa menambahkan alasan seperti:

Saya suka tantangan karena…

  • “Saya tipe orang yang gampang penasaran kalau menghadapi masalah, dan saya juga senang belajar hal baru.”
  • “Perusahaan ini sudah banyak punya alumni yang berhasil jadi founder startup, saya harap saya bisa belajar dari perusahaan ini.”
  • “Menurut saya, tanpa tantangan kita tidak akan bisa berkembang. Saat ini, persaingan bisnis sangat dinamis dan menantang, jadi kita harus siap menghadapinya.”

Baca juga: 46 Contoh Pertanyaan Interview Bahasa Inggris dan Jawabannya

11. Karena ingin mencapai tujuan karier

Jika kamu memiliki visi jangka panjang dalam karier, maka jawaban ini cocok untukmu. Kamu dapat menyampaikan bahwa tujuan kariermu sudah sejalan dengan perusahaan yang kamu lamar, dan bekerja di sana akan membantumu mencapai tujuan tersebut.

Kamu juga dapat menunjukkan antusiasme dalam mencapai tujuan dengan berkomitmen untuk bekerja keras dalam mencapainya.

12. Karena ingin bekerja di industri yang diminati

Beberapa orang memiliki minat terhadap industri tertentu. Jika kamu salah satunya, maka kamu bisa sampaikan pada HRD. Kamu dapat memberi tahu bahwa kamu memiliki ketertarikan besar pada industri tersebut dan ingin mengembangkan karier di sana.

Baca juga: 10 Contoh Jawaban ‘Ceritakan tentang Diri Anda’ Saat Interview

‍Contoh Jawaban Motivasi Kerja Berdasarkan Industri

Setiap industri memiliki karakteristik unik yang mempengaruhi motivasi kerja. Berikut contoh jawaban yang disesuaikan untuk berbagai industri:

1. Industri Teknologi dan Startup

Pertanyaan: “Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan teknologi kami?”

Jawaban: “Saya sangat termotivasi oleh inovasi dan potensi teknologi untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat Indonesia. Ekosistem startup di Indonesia sedang berkembang pesat, dan saya ingin menjadi bagian dari transformasi digital ini.

Saya mengikuti perkembangan perusahaan Bapak/Ibu sejak meluncurkan [produk/layanan tertentu] dan sangat terkesan dengan pendekatan yang diambil untuk mengatasi [masalah spesifik]. Kerangka kerja agile yang diterapkan perusahaan ini, serta budaya iterasi cepat dan pembelajaran dari kegagalan, sangat sesuai dengan cara kerja yang paling memotivasi saya.

Selain itu, saya juga tertarik dengan komitmen perusahaan untuk mengembangkan talenta lokal Indonesia, yang terlihat dari program magang dan pelatihan yang diselenggarakan. Saya yakin dapat berkontribusi dan berkembang secara signifikan di lingkungan yang mendukung ini.”

2. Industri Perbankan dan Keuangan

Pertanyaan: “Apa yang memotivasi Anda untuk berkarir di sektor perbankan?”

Jawaban: “Saya termotivasi oleh stabilitas dan dinamika industri perbankan, serta peran pentingnya dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan inklusi keuangan yang masih menjadi tantangan di Indonesia, di mana banyak penduduk masih unbanked atau underbanked, saya melihat peluang besar untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi inklusif.

Saya tertarik pada bagaimana bank Bapak/Ibu mengintegrasikan teknologi finansial untuk memperluas jangkauan layanan, terutama program [sebutkan program spesifik] yang telah berhasil menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani.

Pada posisi sebelumnya di [perusahaan], saya sangat termotivasi ketika berhasil mengimplementasikan sistem yang meningkatkan efisiensi proses pinjaman sebesar 35%, yang berdampak langsung pada pengalaman nasabah. Saya yakin dengan latar belakang dan motivasi saya, saya dapat memberikan kontribusi serupa di bank Bapak/Ibu.”

3. Industri FMCG dan Retail

Pertanyaan: “Apa yang membuat Anda tertarik dengan posisi di industri consumer goods?”

Jawaban: “Saya sangat termotivasi oleh dinamika pasar konsumen Indonesia yang terus berubah dan berkembang. Dengan populasi 270 juta jiwa dan kelas menengah yang tumbuh pesat, Indonesia menawarkan peluang dan tantangan unik dalam memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam.

Saya mengikuti strategi perusahaan Bapak/Ibu dalam mengembangkan produk yang disesuaikan dengan preferensi lokal, seperti [sebutkan produk/kampanye spesifik], dan sangat tertarik dengan pendekatan consumer-centric ini.

Pada posisi sebelumnya di [perusahaan], saya merasa sangat puas ketika riset pasar yang saya pimpin berkontribusi pada pengembangan produk baru yang kemudian mencapai market share 15% dalam 6 bulan pertama. Kemampuan untuk melihat dampak langsung dari pekerjaan saya pada konsumen adalah faktor motivasi utama bagi saya.”

4. Industri Pendidikan

Pertanyaan: “Apa motivasi Anda untuk bergabung dengan lembaga pendidikan kami?”

Jawaban: “Pendidikan adalah kunci transformasi sosial dan ekonomi Indonesia. Saya sangat termotivasi oleh peluang untuk berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan berkualitas.

Misi lembaga Bapak/Ibu untuk [sebutkan misi spesifik, misalnya: menyediakan pendidikan berkualitas yang terjangkau/mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran] sangat sesuai dengan keyakinan pribadi saya tentang pentingnya pendidikan inklusif dan inovatif.

Di posisi sebelumnya sebagai [posisi] di [institusi], saya merasa sangat termotivasi ketika program pengembangan kurikulum yang saya inisiasi berhasil meningkatkan tingkat kelulusan siswa sebesar 28%. Melihat dampak langsung pada masa depan para siswa memberikan saya kepuasan mendalam dan mendorong saya untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan.”

Contoh Jawaban Pertanyaan Motivasi Kerja Berdasarkan Level Karir

Motivasi kerja dapat berbeda tergantung pada tahap karir seseorang. Berikut contoh jawaban yang disesuaikan untuk berbagai level karir:

1. Fresh Graduate

Pertanyaan: “Apa yang Anda cari dari pekerjaan pertama Anda?”

Jawaban: “Sebagai fresh graduate, saya mencari lingkungan kerja yang dapat memberikan fondasi kuat untuk karir jangka panjang saya. Saya sangat termotivasi oleh kesempatan belajar, terutama dari profesional berpengalaman, dan exposure terhadap berbagai aspek bisnis.

Selama kuliah, saya sangat termotivasi ketika mengerjakan proyek [sebutkan proyek spesifik] yang mengharuskan saya mengaplikasikan teori ke situasi nyata. Pengalaman tersebut mengajarkan saya pentingnya pendekatan praktis dan pemecahan masalah kreatif.

Saya tertarik dengan program pengembangan talent di perusahaan Bapak/Ibu yang terkenal dengan mentoring dan rotasi posisi, karena ini akan membantu saya mengembangkan pemahaman komprehensif tentang industri dan mengidentifikasi area di mana saya dapat memberikan kontribusi terbaik.”

2. Mid-Level Professional (3-7 tahun pengalaman)

Pertanyaan: “Apa yang Anda cari dalam langkah karir berikutnya?”

Jawaban: “Setelah membangun fondasi solid di [bidang/industri] selama 5 tahun terakhir, saya mencari tantangan yang akan memungkinkan saya memperdalam keahlian teknis sambil mulai mengembangkan keterampilan kepemimpinan.

Saya sangat termotivasi oleh proyek-proyek kompleks yang memerlukan kolaborasi lintas departemen. Di posisi terakhir saya, saya merasa paling puas ketika memimpin inisiatif [sebutkan proyek spesifik] yang mengharuskan saya berkoordinasi dengan tim IT, marketing, dan operasional, yang akhirnya meningkatkan efisiensi proses sebesar 40%.

Berdasarkan penelitian saya, saya melihat perusahaan Bapak/Ibu memberikan kesempatan bagi karyawan mid-level untuk memimpin proyek strategis dan berkontribusi pada pengambilan keputusan. Ini sangat sesuai dengan aspirasi karir saya saat ini.”

3. Senior Professional (8+ tahun pengalaman)

Pertanyaan: “Apa yang memotivasi Anda untuk mencari perubahan pada tahap karir ini?”

Jawaban: “Setelah membangun karir yang sukses di [industri/bidang] selama lebih dari 10 tahun, saya kini termotivasi oleh kesempatan untuk memberikan dampak yang lebih besar dan mentoring generasi profesional berikutnya.

Di posisi terakhir saya sebagai [posisi], saya merasa paling puas ketika strategi [sebutkan strategi spesifik] yang saya kembangkan tidak hanya mencapai target bisnis tetapi juga menciptakan jalur pengembangan yang jelas bagi anggota tim. Melihat beberapa bawahan saya dipromosikan ke posisi senior memberikan kepuasan yang sangat besar.

Saya tertarik dengan visi jangka panjang perusahaan Bapak/Ibu dan tantangan [sebutkan tantangan spesifik] yang sedang dihadapi. Saya percaya pengalaman dan perspektif saya dapat memberikan nilai tambah dalam menghadapi tantangan tersebut, sambil terus belajar dan berkembang dalam lingkungan yang dinamis.”

Persiapkan diri menghadapi pertanyaan interview lainnya! Temukan panduan lengkap 30 Pertanyaan Interview Kerja dan Contoh Jawabannya

Strategi Menjawab Pertanyaan Motivasi Kerja: Tips Praktis

Selain contoh-contoh di atas, berikut beberapa strategi praktis untuk menjawab pertanyaan motivasi kerja dengan efektif:

1. Kaitkan Motivasi Personal dengan Tujuan Perusahaan

Recruiter lebih terkesan dengan kandidat yang mampu menyelaraskan motivasi pribadi dengan tujuan dan nilai perusahaan.

Tips:

  • Lakukan riset mendalam tentang misi, visi, dan nilai perusahaan
  • Identifikasi proyek atau inisiatif terbaru yang diumumkan perusahaan
  • Tunjukkan bagaimana motivasi Anda dapat berkontribusi pada tujuan tersebut

Contoh Kalimat Pembuka: “Saya sangat terinspirasi oleh komitmen perusahaan Bapak/Ibu terhadap [nilai/misi perusahaan], yang sejalan dengan motivasi personal saya untuk [motivasi yang relevan].”

2. Gunakan Format STAR untuk Memberikan Contoh Konkret

Kebanyakan interviewer lebih mengingat jawaban yang disertai dengan contoh spesifik menggunakan format STAR (Situation, Task, Action, Result).

Tips:

  • Situation: Jelaskan konteks atau situasi
  • Task: Deskripsikan tanggung jawab atau tantangan yang dihadapi
  • Action: Uraikan tindakan yang Anda ambil
  • Result: Tekankan hasil yang dicapai, lebih baik jika terukur

Contoh Struktur Jawaban: “Di perusahaan sebelumnya, kami menghadapi tantangan [situasi]. Saya bertanggung jawab untuk [tugas]. Untuk mengatasi ini, saya [tindakan]. Hasilnya, kami berhasil [hasil terukur], yang sangat memotivasi saya karena [hubungkan dengan motivasi].”

3. Seimbangkan Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Kandidat yang menunjukkan keseimbangan antara motivasi intrinsik (kepuasan internal) dan ekstrinsik (reward eksternal) dinilai lebih meyakinkan.

Tips:

  • Tekankan motivasi intrinsik seperti pembelajaran, tantangan, atau makna pekerjaan
  • Akui pentingnya faktor ekstrinsik seperti pengembangan karir atau stabilitas, tetapi jangan jadikan sebagai motivasi utama
  • Hindari menyebutkan gaji atau benefit sebagai motivasi primer

Contoh Pernyataan Seimbang: “Saya termotivasi oleh peluang untuk mengatasi tantangan kompleks dan mengembangkan solusi inovatif [intrinsik]. Tentu, saya juga menghargai jalur karir yang jelas dan pengakuan atas kontribusi yang signifikan [ekstrinsik], yang saya lihat ditawarkan oleh perusahaan Bapak/Ibu.”

4. Sesuaikan dengan Budaya Kerja Indonesia

Budaya kerja di Indonesia memiliki karakteristik unik yang perlu diperhatikan:

Tips:

  • Tunjukkan penghargaan terhadap kerja sama tim dan harmoni (gotong royong)
  • Ekspresikan keinginan untuk berkontribusi pada kemajuan bersama
  • Sampaikan rasa hormat terhadap hirarki organisasi sambil menunjukkan inisiatif
  • Jika relevan, tunjukkan pemahaman tentang nilai-nilai lokal dalam konteks profesional

Contoh Pernyataan yang Sesuai Budaya: “Saya sangat termotivasi ketika dapat bekerja dalam tim yang kolaboratif, di mana setiap anggota saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Pengalaman saya memimpin tim dengan latar belakang beragam telah mengajarkan saya pentingnya menghargai perspektif yang berbeda dan membangun konsensus, sambil tetap fokus pada hasil.”

Studi Kasus: Jawaban Motivasi Kerja yang Berhasil

Berikut beberapa studi kasus nyata (dengan nama yang disamarkan) yang menunjukkan bagaimana jawaban tentang motivasi kerja membantu kandidat mendapatkan pekerjaan di perusahaan terkemuka di Indonesia:

Studi Kasus 1: Sektor Teknologi

Profil Kandidat: Ranti, software engineer dengan pengalaman 4 tahun, melamar posisi Senior Developer di perusahaan teknologi terkemuka di Jakarta.

Pertanyaan Interviewer: “Apa yang memotivasi Anda untuk bergabung dengan perusahaan startup kami, dibandingkan perusahaan teknologi besar yang lebih mapan?”

Jawaban Ranti: “Saya termotivasi oleh lingkungan yang memungkinkan saya memiliki dampak langsung dan melihat hasil dari kode yang saya tulis dalam waktu singkat. Di perusahaan besar, seringkali kontribusi individual terasa kecil dalam skema besar, sementara di startup seperti perusahaan Bapak/Ibu, saya akan dapat melihat bagaimana pekerjaan saya langsung mempengaruhi produk dan pengalaman pengguna.

Saya juga sangat tertarik dengan misi perusahaan untuk mendemokratisasi akses ke layanan finansial bagi UMKM Indonesia. Ini sangat berarti bagi saya karena saya berasal dari keluarga wirausaha kecil dan melihat langsung tantangan yang mereka hadapi dalam mengakses layanan perbankan tradisional.

Dalam hackathon terakhir yang saya ikuti, saya memimpin tim yang mengembangkan solusi untuk membantu petani lokal menjual produk secara online. Kami menyelesaikan MVP dalam 48 jam dan memenangkan kategori ‘Social Impact’. Pengalaman tersebut menunjukkan kepada saya bahwa kombinasi teknologi dan tujuan sosial sangat kuat dalam memotivasi saya memberikan yang terbaik.”

Hasil: Ranti diterima dan interviewer secara khusus mencatat bahwa jawabannya tentang motivasi menunjukkan keselarasan yang kuat dengan kultur dan misi perusahaan.

Studi Kasus 2: Sektor Perbankan

Profil Kandidat: Budi, profesional dengan pengalaman 7 tahun di customer service, melamar posisi Branch Manager di bank nasional.

Pertanyaan Interviewer: “Industri perbankan saat ini menghadapi disrupsi digital. Apa yang memotivasi Anda untuk tetap berkarir di perbankan konvensional?”

Jawaban Budi: “Saya termotivasi oleh transformasi yang sedang terjadi di industri perbankan Indonesia. Saya melihat ini bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang menarik untuk menjembatani layanan perbankan tradisional dengan inovasi digital.

Dari pengalaman saya berinteraksi langsung dengan nasabah selama 7 tahun terakhir, saya memahami bahwa di Indonesia, terutama di luar kota-kota besar, masih ada segmen masyarakat yang membutuhkan sentuhan personal dalam layanan perbankan, sambil secara bertahap beradaptasi dengan solusi digital.

Di posisi terakhir saya, saya memimpin inisiatif yang menggabungkan layanan tatap muka dengan digital onboarding, yang meningkatkan akuisisi nasabah baru sebesar 45% sekaligus mengurangi waktu tunggu di cabang sebesar 30%. Melihat bagaimana pendekatan hybrid ini meningkatkan baik kepuasan nasabah maupun efisiensi operasional sangat memotivasi saya.

Saya tertarik dengan visi Bank [Nama] yang fokus pada ‘phygital’ banking dan saya yakin pengalaman saya dapat berkontribusi pada transformasi ini sambil tetap mempertahankan nilai-nilai kepercayaan dan layanan personal yang menjadi fondasi perbankan.”

Hasil: Budi diterima dan kemudian ditempatkan di program akselerasi digital perusahaan berdasarkan motivasi dan visinya yang selaras dengan arah strategis bank.

Kesalahan Umum dalam Menjawab Pertanyaan Motivasi Kerja

Jawaban yang Harus Dihindari Ketika Ditanya Motivasi Bekerja

Mengetahui kesalahan umum sama pentingnya dengan memahami praktik terbaik. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan kandidat di Indonesia ketika menjawab pertanyaan motivasi kerja:

1. Terlalu Fokus pada Kompensasi

Kesalahan: Menyebutkan gaji, tunjangan, atau benefit sebagai motivasi utama.

Pada umumnya, recruiter cenderung mencari kandidat yang menunjukkan motivasi untuk berkembang, berkontribusi, dan terlibat dalam pekerjaan mereka, bukan hanya yang berfokus pada gaji.

Menyebutkan kompensasi sebagai motivasi utama dapat dilihat sebagai tanda kurangnya komitmen atau ketertarikan terhadap pekerjaan itu sendiri.

Solusi: Fokus pada aspek non-finansial seperti pengembangan keterampilan, tantangan pekerjaan, atau dampak positif. Jika faktor finansial memang penting, kaitkan dengan tujuan jangka panjang seperti “stabilitas untuk mengembangkan karir”.

Contoh Jawaban Problematik: “Saya tertarik dengan posisi ini terutama karena tunjangan dan benefitnya yang kompetitif. Gaji di perusahaan sebelumnya kurang memuaskan.”

Alternatif yang Lebih Baik: “Saya tertarik dengan posisi ini karena tantangan profesional yang ditawarkan dan kesempatan untuk berkontribusi pada [tujuan perusahaan]. Saya percaya dengan memberikan performa terbaik, penghargaan profesional akan mengikuti secara natural.”

2. Jawaban Terlalu Generik

Kesalahan: Memberikan jawaban umum yang bisa berlaku untuk perusahaan mana pun.

Interviewer lebih suka kandidat yang telah melakukan riset tentang perusahaan dan dapat memberikan jawaban yang spesifik serta relevan. Ini menunjukkan bahwa persiapan dan pemahaman tentang perusahaan sangat penting dalam proses wawancara.

Solusi: Lakukan riset mendalam tentang perusahaan, termasuk nilai, produk terbaru, tantangan industri, dan berita terkini. Sesuaikan jawaban dengan konteks spesifik perusahaan tersebut.

Contoh Jawaban Problematik: “Saya ingin bekerja di lingkungan yang positif dengan peluang pertumbuhan dan rekan kerja yang menyenangkan.”

Alternatif yang Lebih Baik: “Saya sangat termotivasi oleh inovasi dalam pendidikan yang diusung perusahaan Bapak/Ibu, terutama platform [nama produk spesifik] yang telah membantu meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas di daerah terpencil Indonesia. Sebagai seseorang yang berasal dari daerah dengan akses pendidikan terbatas, misi ini sangat personal bagi saya.”

3. Tidak Memberikan Contoh Konkret

Kesalahan: Menyebutkan motivasi tanpa bukti atau contoh pengalaman yang mendukung.

Sumber dari HRD Forum menjelaskan bahwa interviewer cenderung meminta kandidat untuk memberikan contoh konkret dari pengalaman masa lalu mereka yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa bukti konkret dari pengalaman dapat meningkatkan penilaian positif terhadap kandidat.

Solusi: Selalu sertakan contoh dari pengalaman masa lalu yang mendemonstrasikan motivasi yang Anda sebutkan. Gunakan format STAR untuk struktur yang jelas.

Contoh Jawaban Problematik: “Saya sangat termotivasi oleh tantangan dan suka memecahkan masalah kompleks.”

Alternatif yang Lebih Baik: “Tantangan kompleks sangat memotivasi saya. Misalnya, di posisi terakhir saya, kami menghadapi masalah tingginya tingkat churn pelanggan. Saya berinisiatif menganalisis journey pelanggan dan mengidentifikasi tiga titik friksi utama. Solusi yang saya kembangkan berhasil mengurangi churn sebesar 32% dalam dua kuartal, yang menjadi salah satu pencapaian yang paling saya banggakan.”

4. Motivasi Tidak Selaras dengan Posisi atau Perusahaan

Kesalahan: Menyebutkan motivasi yang tidak relevan atau bahkan bertentangan dengan karakteristik posisi atau nilai perusahaan.

Solusi: Analisis job description dengan seksama dan pahami apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam peran tersebut. Sesuaikan jawaban dengan karakteristik posisi.

Contoh Jawaban Problematik: Untuk posisi yang membutuhkan kolaborasi tim: “Saya termotivasi oleh kebebasan bekerja secara independen tanpa banyak supervisi atau interaksi tim.”

Alternatif yang Lebih Baik: “Saya termotivasi oleh lingkungan kolaboratif di mana tim dengan berbagai keahlian bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dari pengalaman saya memimpin tim lintas departemen di proyek [nama proyek], saya melihat bagaimana perspektif beragam dapat menghasilkan solusi yang jauh lebih baik daripada bekerja secara terisolasi.”

Pertanyaan Lanjutan Seputar Motivasi Kerja dan Cara Menjawabnya

Setelah pertanyaan dasar tentang motivasi, interviewer sering melanjutkan dengan pertanyaan pendalaman. Berikut beberapa pertanyaan lanjutan seputar motivasi dan cara menjawabnya:

1. “Bagaimana Anda tetap termotivasi saat menghadapi tantangan atau kemunduran?”

Strategi Menjawab: Tunjukkan ketahanan dan pola pikir berorientasi solusi. Berikan contoh nyata dari pengalaman sebelumnya.

Contoh Jawaban: “Saya melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ketika proyek [nama proyek] menghadapi penundaan signifikan akibat perubahan regulasi mendadak, saya fokus pada apa yang dapat dikendalikan: menganalisis kembali timeline, berkomunikasi secara transparan dengan stakeholders, dan mengidentifikasi alternatif yang viable.

Saya juga memiliki beberapa praktik personal untuk menjaga motivasi, seperti memecah tantangan besar menjadi milestone kecil yang terukur, merayakan kemajuan sekecil apapun, dan secara berkala mengingatkan diri saya tentang tujuan besar di balik pekerjaan tersebut. Pendekatan ini membantu tim kami kembali on track dalam 3 minggu dan akhirnya menyelesaikan proyek hanya 1 bulan dari deadline awal.”

2. “Apa yang akan membuat Anda kehilangan motivasi dalam pekerjaan?”

Strategi Menjawab: Ini adalah pertanyaan tricky. Jawab dengan jujur namun diplomatis, fokus pada faktor profesional bukan personal, dan tunjukkan bagaimana Anda proaktif mengatasi situasi demotivasi.

Contoh Jawaban: “Secara profesional, saya mungkin akan merasa kurang termotivasi dalam lingkungan di mana tidak ada kejelasan arah atau feedback yang konstruktif. Namun, saya percaya bahwa motivasi juga merupakan tanggung jawab pribadi.

Ketika menghadapi situasi dengan komunikasi yang kurang optimal di proyek sebelumnya, saya berinisiatif mengajukan regular check-in dengan supervisor dan membuat dokumentasi yang jelas tentang progress dan ekspektasi. Pendekatan proaktif ini tidak hanya membantu saya tetap termotivasi tetapi juga meningkatkan komunikasi tim secara keseluruhan.

Saya juga secara berkala melakukan refleksi untuk menghubungkan kembali pekerjaan harian dengan tujuan jangka panjang, yang membantu menjaga motivasi internal meskipun dalam situasi menantang.”

3. “Bagaimana Anda memotivasi tim atau rekan kerja?”

Strategi Menjawab: Tunjukkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan pemahaman bahwa orang berbeda termotivasi oleh hal yang berbeda.

Contoh Jawaban: “Saya percaya kunci untuk memotivasi orang lain adalah memahami apa yang penting bagi mereka secara individual. Sebagai team lead di proyek [nama proyek], saya menghabiskan waktu untuk mengenal anggota tim dan memahami aspirasi profesional serta gaya kerja mereka.

Beberapa pendekatan yang efektif menurut pengalaman saya: memberikan pengakuan spesifik atas kontribusi, menghubungkan tugas harian dengan dampak yang lebih besar, memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan, dan menciptakan lingkungan di mana orang merasa aman untuk bereksperimen dan belajar dari kegagalan.

Sebagai contoh, ketika salah satu anggota tim menunjukkan minat pada data analytics, saya mendelegasikan proyek dashboard yang memberikannya exposure pada skill tersebut sambil berkontribusi pada tujuan tim. Hasilnya, produktivitasnya meningkat signifikan dan dia mengembangkan solusi yang kemudian diadopsi oleh departemen lain.”

Baca juga: 10 Sikap dan Keterampilan yang Diperlukan Ketika Wawancara

Kesimpulan: Memaksimalkan Peluang dengan Jawaban Motivasi Kerja yang Tepat

Menjawab pertanyaan motivasi kerja dengan tepat dapat menjadi pembeda penting dalam proses interview. Di Indonesia, di mana faktor cultural fit dan komitmen jangka panjang sangat dihargai, jawaban yang autentik namun strategis tentang motivasi kerja dapat secara signifikan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan posisi yang diinginkan.

Dari berbagai contoh dan strategi yang telah dibahas, beberapa prinsip kunci yang perlu diingat:

  1. Autentisitas dengan Strategi – Jawaban Anda harus mencerminkan motivasi sejati, namun disampaikan dengan cara yang relevan dengan posisi dan perusahaan
  2. Konkret dan Spesifik – Selalu sertakan contoh nyata dan hasil terukur yang mendemonstrasikan motivasi Anda dalam aksi
  3. Selaras dengan Nilai Perusahaan – Tunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset dan memahami bagaimana motivasi Anda sejalan dengan misi dan kultur perusahaan
  4. Orientasi Jangka Panjang – Tekankan komitmen untuk berkembang dan berkontribusi dalam jangka panjang, hal yang sangat dihargai dalam budaya kerja Indonesia

Dengan mempersiapkan jawaban yang thoughtful dan relevan untuk pertanyaan motivasi kerja, Anda tidak hanya meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membantu memastikan bahwa posisi tersebut memang sesuai dengan apa yang benar-benar memotivasi Anda – langkah penting untuk kepuasan kerja dan kesuksesan jangka panjang dalam karir Anda.

Jika kamu masih belum menemukan pekerjaan yang cocok, ada ribuan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan di seluruh Indonesia yang dapat kamu akses dengan gratis lewat KitaLulus.Perusahaan yang terdaftar sudah terverifikasi jadi dipastikan terpercaya. Kamu tidak akan terjebak dengan info loker penipuan dari perusahaan bodong. Tunggu apalagi, yuk segera instal aplikasi KitaLulus di smartphone kamu! Dengan aplikasi KitaLulus, #WujudkanMimpi jadi lebih mudah.

  • Motivation Hygiene Theory dan Dual Factor Theory, diakses pada 17 Maret 2025, https://accounting.binus.ac.id/2021/11/02/motivation-hygiene-theory-dan-dual-factor-theory/
  • HRD Forum – Talent Acquisition: Cara Mengevaluasi Kandidat, diakses pada 17 Maret 2025, https://www.hrd-forum.com/talent-acquisition-cara-mengevaluasi-kandidat/
Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top