Menghadapi pertanyaan interview kerja dengan persiapan yang matang dapat menjadi penentu keberhasilan Anda dalam mendapatkan pekerjaan impian. Proses wawancara kerja memiliki karakteristik unik yang perlu dipahami oleh setiap pencari kerja.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Prima Indonesia, dijelaskan bahwa keputusan perekrutan dipengaruhi oleh berbagai aspek, termasuk bagaimana kandidat menjawab pertanyaan selama wawancara.
Dalam artikel ini, kami akan membahas pertanyaan interview kerja yang paling sering ditanyakan di perusahaan-perusahaan Indonesia, disertai dengan contoh jawaban yang efektif dan tips praktis untuk memaksimalkan peluang Anda.
Mengapa Memahami Pertanyaan Interview Kerja itu Penting
Sebelum membahas pertanyaan dan jawaban spesifik, penting untuk memahami mengapa persiapan ini sangat krusial:
Persaingan Ketat di Pasar Kerja Indonesia
Pasar kerja Indonesia sangat kompetitif dengan jumlah pencari kerja yang terus meningkat setiap tahun. Dengan mempersiapkan diri menghadapi pertanyaan umum, Anda meningkatkan peluang untuk menonjol.
Perbedaan Budaya Interview di Indonesia
Interview kerja di Indonesia memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan negara Barat:
- Penekanan pada kecocokan budaya (cultural fit) – Perusahaan Indonesia sering memprioritaskan kandidat yang dapat beradaptasi dengan budaya perusahaan dan nilai-nilai lokal
- Penghormatan hierarki – Menunjukkan rasa hormat yang tepat kepada interviewer senior sangat dihargai
- Keseimbangan antara kepercayaan diri dan kerendahan hati – Kandidat diharapkan menunjukkan kompetensi tanpa terkesan sombong
- Eksplorasi latar belakang personal – Pertanyaan tentang keluarga, status pernikahan, atau agama lebih umum di Indonesia dibanding di negara Barat
Dikutip dari Harvard Business Review, data Society for Human Resource Management (SHRM) menunjukkan dampak dari ketidaksesuaian budaya kerja akibat pergantian karyawan dapat merugikan organisasi sebesar 50-60% dari gaji tahunan seseorang.
Proses Pengambilan Keputusan yang Khas
Proses rekrutmen di perusahaan Indonesia sering melibatkan beberapa tahap wawancara dengan tingkat hierarki yang berbeda. Keputusan final biasanya melibatkan konsensus dari berbagai pemangku kepentingan, bukan hanya keputusan satu orang.
Contoh Pertanyaan Interview Kerja Paling Umum di Indonesia
Berikut adalah pertanyaan yang paling sering muncul dalam interview kerja di Indonesia beserta strategi dan contoh jawaban:
1. Ceritakan tentang diri Anda
Ini adalah pertanyaan pembuka klasik dan kesempatan untuk memberikan kesan pertama yang kuat.
Strategi Menjawab:
- Berikan ringkasan singkat tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional
- Fokus pada kualifikasi yang relevan dengan posisi
- Tunjukkan antusiasme dan passion
- Durasi ideal: 1-2 menit
Contoh Jawaban:
“Saya adalah lulusan S1 Manajemen Bisnis dari Universitas Indonesia dengan IPK 3.7. Selama 3 tahun terakhir, saya bekerja sebagai Marketing Specialist di PT ABC, di mana saya bertanggung jawab mengelola kampanye digital yang berhasil meningkatkan engagement pelanggan sebesar 40%. Saya memiliki keahlian dalam analisis data, content marketing, dan media sosial. Saya tertarik dengan posisi Marketing Manager di perusahaan Bapak/Ibu karena reputasi inovasi perusahaan dan kesempatan untuk mengembangkan strategi marketing yang lebih komprehensif.”
Baca lebih lanjut: 10 Contoh Jawaban ‘Ceritakan Tentang Diri Anda’ Saat Interview Kerja
2. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?
Pertanyaan ini menguji kesadaran diri dan kejujuran kandidat.
Strategi Menjawab:
- Sebutkan 2-3 kelebihan yang relevan dengan posisi dan didukung contoh nyata
- Pilih “kekurangan” yang bisa diputar menjadi positif atau yang sedang Anda perbaiki
- Tunjukkan langkah-langkah konkret yang Anda ambil untuk mengatasi kekurangan tersebut
Contoh Jawaban:
“Kelebihan saya termasuk kemampuan analitis yang kuat, yang membantu saya mengidentifikasi peluang efisiensi proses yang meningkatkan produktivitas tim sebesar 25%. Saya juga memiliki keterampilan komunikasi yang baik dan dapat menyesuaikan gaya komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Untuk kekurangan, saya kadang terlalu detail-oriented yang bisa memperlambat pengambilan keputusan. Untuk mengatasi ini, saya telah belajar menetapkan tenggat waktu personal dan menggunakan metode prioritas untuk fokus pada hal yang paling berdampak. Saya juga aktif mencari feedback dari rekan kerja untuk memastikan saya tidak terjebak dalam detail yang tidak penting.”
Baca juga: 60 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri Saat Interview Kerja
3. Mengapa Anda tertarik bergabung dengan perusahaan kami?
Pertanyaan ini menguji seberapa banyak penelitian yang telah Anda lakukan tentang perusahaan.
Strategi Menjawab:
- Tunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset mendalam tentang perusahaan
- Hubungkan nilai-nilai, produk, atau pencapaian perusahaan dengan minat dan tujuan karir Anda
- Sebutkan spesifik apa yang membuat perusahaan ini unik dibanding kompetitor
Contoh Jawaban:
“Saya tertarik bergabung dengan PT XYZ karena kepemimpinan perusahaan dalam inovasi teknologi finansial di Indonesia, khususnya inisiatif inklusi keuangan untuk UMKM yang telah membantu lebih dari 50.000 pengusaha kecil. Saya mengikuti dengan antusias peluncuran platform terbaru perusahaan yang menggabungkan AI dengan layanan keuangan mikro.
Selain itu, budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi dan continuous learning sangat sesuai dengan nilai personal saya. Dari pembicaraan dengan beberapa karyawan perusahaan dan artikel di media, saya terkesan dengan program pengembangan talent dan kesempatan untuk bertumbuh secara profesional yang perusahaan tawarkan.”
Ingin mengetahui lebih lanjut alasan kuat melamar di perusahaan tertentu? Cek panduan lengkap kami di artikel: 17 Contoh Jawaban Alasan Melamar Pekerjaan Saat Interview
4. Mengapa Anda meninggalkan/ingin meninggalkan pekerjaan sebelumnya?
Ini adalah pertanyaan sensitif yang perlu dijawab dengan hati-hati.
Strategi Menjawab:
- Tetap positif dan profesional, hindari mengkritik employer sebelumnya
- Fokus pada pertumbuhan karir dan pengembangan profesional
- Tekankan ketertarikan pada peluang di perusahaan baru, bukan ketidakpuasan di tempat lama
Contoh Jawaban:
“Saya sangat menghargai 3 tahun pengalaman di PT ABC, di mana saya belajar banyak tentang manajemen proyek dan kepemimpinan tim. Namun, saya mencari tantangan baru di mana saya bisa mengembangkan keahlian dalam analisis data dan penerapan AI dalam industri, yang merupakan fokus perusahaan Bapak/Ibu. Saya melihat posisi ini sebagai langkah logis dalam perkembangan karir saya dan kesempatan untuk berkontribusi dalam skala yang lebih besar.”
Baca juga: 20 Contoh Jawaban “Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami”
5. Di mana Anda melihat diri Anda 5 tahun ke depan?
Pertanyaan ini menguji perencanaan karir dan komitmen jangka panjang.
Strategi Menjawab:
- Tunjukkan ambisi realistis yang selaras dengan jalur karir di perusahaan tersebut
- Tekankan komitmen pada pembelajaran berkelanjutan
- Jangan terlalu spesifik pada jabatan tertentu, tetapi fokus pada kontribusi dan pertumbuhan
Contoh Jawaban:
“Dalam 5 tahun ke depan, saya melihat diri saya telah berkembang menjadi seorang profesional dengan keahlian mendalam di bidang manajemen rantai pasok, khususnya dalam optimalisasi logistik di era digital. Saya berharap dapat memimpin inisiatif strategis yang membuat dampak signifikan pada efisiensi operasional perusahaan.
Saya juga berkomitmen untuk terus mengembangkan keterampilan kepemimpinan saya, mungkin mengelola tim yang lebih besar, dan berkontribusi pada mentoring karyawan junior. Saya tertarik dengan jalur karir di perusahaan ini karena saya melihat kesempatan untuk bertumbuh secara profesional sambil memberikan nilai tambah yang berarti.”
Baca juga: Cara Menjawab dan Contoh Rencana 5 Tahun Kedepan
6. Berapa Gaji Kamu Saat Ini?
Mendapatkan pertanyaan interview kerja berapa gaji kamu saat ini pasti sedikit membingungkan.
Sebenarnya, kamu hanya perlu menjawab range gaji kamu sekarang dan sebutkan angka yang lebih tinggi, serta jangan ada keraguan saat menyebutkannya agar mendapatkan tawaran gaji lebih tinggi.
Contoh jawabannya:
“Saat ini gaji saya ada di range Rp6.000.000 belum termasuk tunjangan.”
7. Berapa ekspektasi gaji Anda?
Pertanyaan tentang gaji selalu tricky dan perlu pendekatan strategis.
Strategi Menjawab:
- Lakukan riset tentang range gaji untuk posisi dan industri serupa di Indonesia
- Berikan range, bukan angka spesifik, untuk memberikan ruang negosiasi
- Pertimbangkan keseluruhan paket kompensasi, bukan hanya gaji pokok
- Sesuaikan dengan pengalaman dan kualifikasi Anda
Contoh Jawaban:
“Berdasarkan penelitian pasar untuk posisi Senior Software Developer dengan pengalaman 5 tahun di Jakarta, saya memahami bahwa range gaji berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Dengan mempertimbangkan pengalaman saya dalam pengembangan aplikasi fintech dan sertifikasi yang saya miliki, saya mengharapkan kompensasi di range tersebut. Namun, saya juga menilai keseluruhan paket, termasuk kesempatan pengembangan, fleksibilitas kerja, dan benefit kesehatan. Saya terbuka untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai hal ini.”
8. Ceritakan tentang tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi di pekerjaan sebelumnya
Pertanyaan ini menguji kemampuan problem-solving dan ketahanan Anda.
Strategi Menjawab:
- Pilih contoh nyata yang menunjukkan kemampuan Anda mengatasi situasi sulit
- Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result)
- Fokus pada pembelajaran dan pertumbuhan dari pengalaman tersebut
- Tunjukkan profesionalisme dan pendekatan positif dalam menghadapi tantangan
Contoh Jawaban:
“Di proyek terakhir saya, kami menghadapi tantangan besar ketika platform e-commerce yang kami kembangkan mengalami crash saat peluncuran kampanye besar dengan 100.000 pengguna aktif secara bersamaan. Sebagai tech lead, saya bertanggung jawab mengatasi situasi ini dengan cepat.
Saya segera mengorganisir tim untuk melakukan diagnosis, mengidentifikasi bottleneck di database, dan mengimplementasikan solusi caching. Dalam 3 jam, kami berhasil mengembalikan platform dengan performa yang lebih baik. Dari pengalaman ini, saya belajar pentingnya stress testing yang lebih komprehensif dan mengembangkan protokol manajemen krisis yang kemudian menjadi standar di perusahaan.”
9. Bagaimana Anda menangani konflik dalam tim?
Pertanyaan ini menguji soft skills dan kemampuan interpersonal.
Strategi Menjawab:
- Berikan contoh spesifik menggunakan metode STAR
- Tunjukkan pendekatan yang matang dan berorientasi solusi
- Tekankan pentingnya komunikasi dan mencari win-win solution
- Sesuaikan dengan konteks budaya kerja Indonesia yang menghargai harmoni
Contoh Jawaban:
“Saat mengelola proyek rebrand di perusahaan sebelumnya, terjadi konflik antara tim desain dan tim marketing mengenai arah kreatif. Sebagai project manager, saya mengambil inisiatif untuk memfasilitasi diskusi terpisah dengan kedua tim untuk memahami perspektif mereka.
Kemudian saya mengadakan workshop kolaboratif dengan fokus pada tujuan bersama dan kebutuhan bisnis, bukan preferensi personal. Saya memperkenalkan framework pengambilan keputusan yang objektif berdasarkan data target audience. Hasilnya, kedua tim berhasil mencapai konsensus yang menghasilkan kampanye dengan metrik keberhasilan 30% di atas target.
Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya mendengarkan semua pihak dengan empati, mengedepankan data dalam pengambilan keputusan, dan menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa didengar namun tetap fokus pada tujuan bisnis.”
10. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?
Pertanyaan ini menguji kesiapan dan ketulusan minat Anda.
Strategi Menjawab:
- Tunjukkan riset mendalam tentang produk, layanan, nilai, dan positioning perusahaan
- Sebutkan perkembangan terbaru seperti peluncuran produk, ekspansi, atau inisiatif CSR
- Sampaikan pemahaman tentang tantangan industri dan bagaimana perusahaan menghadapinya
- Tautkan dengan minat profesional Anda
Contoh Jawaban:
“PT Global Teknologi Indonesia telah menjadi pemimpin di sektor fintech Indonesia selama 8 tahun dengan fokus pada inklusi keuangan. Produk unggulan perusahaan, PayEasy, kini melayani lebih dari 5 juta pengguna aktif bulanan dengan rata-rata pertumbuhan 25% YoY.
Saya mengikuti dengan antusias ekspansi perusahaan ke segmen UMKM tahun lalu dan peluncuran fitur pinjaman mikro yang telah membantu lebih dari 50.000 pengusaha. Saya juga terkesan dengan komitmen perusahaan pada keberlanjutan melalui program “Tech for Green” yang menanam 10.000 pohon tahun lalu.
Dari perspektif industri, saya memahami tantangan regulasi OJK terbaru dan bagaimana perusahaan telah proaktif menerapkan standar keamanan data yang melebihi persyaratan minimum. Pendekatan inovatif namun bertanggung jawab ini sangat sesuai dengan nilai profesional yang saya anut.”
Baca juga: 9 Hal Penting yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja
11. Apa Hobi Kamu?
Pertanyaan wawancara kerja ini mungkin terkesan sepele, tapi dari pertanyaan tersebut HRD bisa tahu apa yang kamu lakukan untuk mengisi waktu luang dan seperti apa kepribadian kamu.
Guna menjawabnya, sebutkanlah beberapa hobi dan kaitkan dengan soft skill tertentu yang mendukung pekerjaanmu.
Contoh jawaban:
“Saya sangat suka traveling, saya akan merencanakan kegiatan traveling mulai dari tempat mana yang akan didatangi dan merencanakan berapa budget yang dibutuhkan. Hobi saya ini membuat saya bisa beradaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan diri.”
Dari contoh jawaban, bisa dilihat bahwa kamu mengaitkan hobi traveling dengan kemampuan planning, budgeting, dan kemampuan beradaptasi.
12. Apa Pencapaian Terbaikmu?
Pertanyaan interview kerja berikutnya adalah berkaitan dengan pencapaian terbaikmu.
Cobalah sampaikan pencapaian yang terbaru. Maksudnya adalah pencapaian yang sudah kamu capai dalam waktu 1 tahun ke belakang ini.
Apabila kamu seorang fresh graduate, kamu bisa mengaitkan jawaban dengan pengalaman semasa kamu kuliah. Selain itu, kamu juga bisa mengaitkannya dengan posisi yang kamu lamar saat ini.
Misalnya, kamu melamar menjadi sales, kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan seberapa banyak kamu mampu mencapai penjualan. Ceritakan juga apresiasi apa yang kamu dapat dari momen terbaik tersebut.
13. Dari mana Anda Mendapatkan Informasi tentang Lowongan Ini?
Pertanyaan berikut juga cukup sering ditanyakan oleh HRD.
Jika HRD mengajukan pertanyaan ini, kamu bisa berikan keterangan bahwa kamu seorang yang passionate dan sangat ingin bekerja di posisi yang kamu lamar.
Jika kamu mengetahui lowongan pekerjaan dari teman yang bekerja di perusahan tersebut, jangan ragu untuk sebut nama temanmu, ya.
14. Apa Saja yang Anda Ketahui tentang Posisi yang Dilamar?
Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui bahwa kamu benar-benar tahu mengenai apa saja yang akan jadi tugas kamu nantinya.
Dengan pertanyaan ini, HRD bisa mengetahui seberapa kompeten kamu. Kamu dapat mencari tahu tugas apa saja yang memang jadi tanggung jawab dari posisi yang kamu lamar.
15. Skill apa yang Kamu Miliki untuk Mendukung Pekerjaan Ini?
Kamu bisa saja akan mendapatkan pertanyaan wawancara kerja seperti ini.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memperdalam pengetahuan seputar posisi yang kamu lamar. Sehingga kamu bisa menonjolkan kemampuan yang sesuai, baik itu hard skill atau soft skill.
Tipsnya adalah kamu dapat menjawab dengan menunjukkan portofolio, pelatihan atau sertifikat yang pernah kamu ikuti dan dapatkan, serta kemahiran kamu menguasai software yang mendukung pekerjaan yang kamu lamar.
16. Kontribusi Apa yang Bisa Kamu Berikan Bila Diterima?
Bila kamu mendapatkan pertanyaan mengenai kontribusi apa yang bisa kamu berikan bila diterima, pastikan kamu memikirkan dengan sungguh-sungguh jawabannya.
Kamu dapat menjawab pertanyaan ini sesuai dengan kemampuan serta pengalaman yang kamu miliki.
Kamu bisa menceritakan pengalaman di perusahaan kamu sebelumnya, ceritakan pencapaian serta prestasi yang kamu raih untuk meyakinkan HRD.
Lalu, bagaimana bila belum memiliki pengalaman? Kamu boleh menceritakan kontribusi yang kamu berikan saat kamu mengikuti organisasi, kepanitiaan, atau kegiatan lainnya.
Ceritakan juga bahwa kamu sanggup belajar dari awal apabila diterima di perusahaan.
17. Apa yang Paling Tidak Kamu Sukai dari Pekerjaanmu?
Ketika rekruter menanyakan hal ini, kamu perlu berhati-hati dalam menjawabnya. Jangan sampai kamu terlena dan mengatakan hal-hal buruk mengenai pekerjaanmu yang sebelumnya.
Sebaiknya kamu cukup menjawab dengan penawaran atau fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang sedang merekrutmu yang tidak diberikan oleh perusahaanmu sebelumnya.
18. Kenapa Kami Harus Menerima Anda di Perusahaan Ini?
Jika kamu disodorkan pertanyaan interview kerja kenapa kami harus menerima Anda, kamu bisa menjawab dengan menjelaskan professional skills atau personal qualities yang membuat kamu lebih unggul dari kandidat lainnya.
Hindari jawaban personal seperti “Karena saya butuh pekerjaan ini, tolong terima saya!”.
Alih-alih mengatakan demikian, kamu bisa menjawab seperti ini:
“Saya memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik, saya lihat ini menjadi salah satu kriteria yang dicari oleh perusahaan. Manajemen waktu adalah salah satu kelebihan saya. Selain itu, saya juga memiliki skill yang dibutuhkan untuk posisi ini, seperti desain visual, animasi, dan editing video.”
19. Bagaimana Kamu Menghadapi Stres dan Tekanan?
Pertanyaan di atas diajukan agar HR tahu bagaimana kamu mengelola stres dan tekanan yang disebabkan oleh pekerjaan serta lingkungan sekitar.
Apakah kamu bisa mengelolanya dengan baik atau tidak. Karena bila tidak, ini akan berpengaruh pada performance kamu nantinya.
Tentu kamu tidak bisa bilang jika kamu tidak pernah merasa stres atau tertekan. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu dapat menjawab jujur. Misal ceritakan pengalaman kamu dalam manajemen stres dan berhasil.
Contoh jawaban:
“Stres dan merasa tertekan karena pekerjaan itu hal wajar. Biasanya ketika saya mengalami ini, saya akan mengambil waktu istirahat untuk menenangkan pikiran. Setelah itu, saya menganalisis apa yang menyebabkan saya stres dan tertekan.”
20. Kenapa Kami Harus Menerima Anda di Perusahaan Ini?
Jika kamu disodorkan pertanyaan interview kerja kenapa kami harus menerima Anda, kamu bisa menjawab dengan menjelaskan professional skills atau personal qualities yang membuat kamu lebih unggul dari kandidat lainnya.
Hindari jawaban personal seperti “Karena saya butuh pekerjaan ini, tolong terima saya!”.
Alih-alih mengatakan demikian, kamu bisa menjawab seperti ini:
“Saya memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik, saya lihat ini menjadi salah satu kriteria yang dicari oleh perusahaan. Manajemen waktu adalah salah satu kelebihan saya. Selain itu, saya juga memiliki skill yang dibutuhkan untuk posisi ini, seperti desain visual, animasi, dan editing video.”
21. Bagaimana Kamu Menghadapi Stres dan Tekanan?
Pertanyaan di atas diajukan agar HR tahu bagaimana kamu mengelola stres dan tekanan yang disebabkan oleh pekerjaan serta lingkungan sekitar.
Apakah kamu bisa mengelolanya dengan baik atau tidak. Karena bila tidak, ini akan berpengaruh pada performance kamu nantinya.
Tentu kamu tidak bisa bilang jika kamu tidak pernah merasa stres atau tertekan. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu dapat menjawab jujur. Misal ceritakan pengalaman kamu dalam manajemen stres dan berhasil.
Contoh jawaban:
“Stres dan merasa tertekan karena pekerjaan itu hal wajar. Biasanya ketika saya mengalami ini, saya akan mengambil waktu istirahat untuk menenangkan pikiran. Setelah itu, saya menganalisis apa yang menyebabkan saya stres dan tertekan.”
22. Apakah Kamu Tidak Berkeberatan untuk Bekerja Lembur?
Tidak jarang, HRD juga akan menanyakan kesediaanmu untuk lembur. Jika demikian, tetaplah jawab dengan jujur mengenai kemampuan waktu kerja yang kamu miliki.
Berikut ini jawabannya:
“Saya bersedia bekerja lembur dan bekerja sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditetapkan perusahaan. Saya juga tidak keberatan bila harus bekerja di akhir pekan untuk jadwal lembur selama itu diberitahukan lebih dulu beberapa hari sebelumnya.”
23. Ceritakan Momen Saat Kamu Melakukan Kesalahan
Saat ditanya mengenai kesalahan di masa lalu, pasti membuatmu sedikit tidak bersemangat. Namun sebenarnya, membicarakan kesalahanmu tidak selamanya merugikan. Intinya kamu harus jujur dan tidak menyalahkan orang lain. Kemudian jelaskan pula bahwa kamu sudah mengambil pelajaran dari kesalahan yang telah kamu perbuat dan berusaha memperbaikinya.
24. Apakah Kamu Bersedia Ditempatkan di Luar Kota?
Bila kamu melamar di posisi tertentu yang mengharuskan kamu melakukan perjalanan dinas, HRD akan menanyakan hal berikut.
Biasanya ini terjadi jika kamu melamar pekerjaan di perusahaan skala besar, di mana perusahaan tersebut memang mencari karyawan yang siap ditempatkan di mana saja.
Maka, sebelum interview, ada baiknya kamu mencari informasi mengenai perusahaan yang kamu lamar, mulai dari letak kantor cabang, hingga jaringannya. Sehingga kamu bisa memperkirakan di mana saja kamu mungkin ditempatkan.
25. Apakah Kamu Juga Melamar di Perusahaan Lain?
Tidak perlu takut menjawab jujur saat kamu ditanya mengenai ini. Jangan juga menjadi negatif thinking dengan berpikir HRD akan melepaskanmu karena sudah melamar di banyak perusahaan.
HRD juga sebenarnya sudah tahu pasti setiap kandidat melamar di beberapa perusahaan. Pertanyaan ini sendiri dimaksudkan apabila kamu dianggap kandidat yang paling sesuai, kamu akan segera diberikan offering letter sebelum kamu menerima perusahaan lain.
Kamu bisa menjawabnya dengan jujur tapi tidak perlu terlalu detail. Misalnya kamu tidak perlu menyebut nama perusahaan, cukup sebutkan bidang industri perusahaan tersebut.
Contoh jawabannya:
“Saya melamar di beberapa perusahaan juga, di bidang otomotif, manufaktur, dan lainnya. Tapi besar harapan saya untuk bisa diterima di perusahaan ini.”
26. Lingkungan Kerja Seperti Apa yang Kamu Sukai?
Jika HRD menanyakan lingkungan kerja seperti apa yang kamu sukai, sebaiknya berikan jawaban yang berhubungan dengan culture perusahaan yang kamu lamar.
Misalnya, perusahaan yang kamu lamar memiliki culture fleksibel, maka kamu dapat menjawab jujur bahwa kamu menyukai lingkungan kerja yang fleksibel.
27. Hal Apa yang Membuatmu Merasa Bersemangat Melakukannya?
Jika rekruter bertanya mengenai hal ini, maka kamu bisa menjawabnya dengan aktivitas yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Misalnya, jika kamu melamar menjadi desainer, maka kamu bisa menyebutkan bahwa hal yang membuatmu bersemangat adalah mendesain.
Namun, jika kamu memiliki hal yang membuat kamu merasa bersemangat dan tidak berkaitan dengan posisi yang kamu lamar, kamu tidak perlu takut untuk mengatakannya. Apalagi jika hal tersebut masih ada kaitannya dengan skill yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan yang kamu lamar.
28. Bagaimana Kamu Mengatur Prioritas dalam Bekerja?
Pertanyaan ini diajukan guna mengetahui bagaimana kamu membagi berbagai tanggung jawab yang mesti dikerjakan.
Kamu bisa menjawab dengan menceritakan pengalaman yang pernah kamu alami. Ceritakan bagaimana membagi waktu kamu dan metode kamu dalam menyusun prioritas.
Misalnya:
“Saya akan menyusun pekerjaan berdasarkan pekerjaan dari yang paling penting-mendesak, penting-tidak mendesak, mendesak-tidak penting, dan tidak mendesak-tidak penting. Dengan begitu, saya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan optimal”.
Baca juga: 38 Contoh Pertanyaan Interview User dan Jawabannya
29. Menurut Kamu, Apa yang Membuat Perusahaan Ini Berbeda dengan Perusahaan Sejenis Lainnya?
Pertanyaan wawancara berikutnya bisa saja terkait pendapat kamu mengenai perusahaan yang kamu lamar dengan perusahaan sejenis lain.
Kamu bisa menjawab dengan menekankan kelebihan dari perusahaan tersebut. Misalnya:
“Perusahaan ini menghasilkan produk yang berkualitas dan terkenal karena lingkungan kerjanya yang baik.”
30. Kapan Kamu Bisa Mulai Bekerja?
Ketika ditanya kapan kamu bisa mulai bekerja, kamu dapat memberikan jawaban sesuai kondisimu. Jika kamu fresh graduate dan belum bekerja, maka kamu bisa menjawab “Saya bisa bergabung sesegera mungkin.”
Tapi bila kamu saat ini masih bekerja, biasanya kamu harus menyelesaikan one month notice selama satu bulan. Jadi kamu bisa menjawab “Saya baru bisa bergabung di perusahaan ini 30 hari setelah pengunduran diri saya disetujui perusahaan”.
31. Apa yang Membuat Kamu Unik?
Saat rekruter menanyakan hal ini, artinya mereka benar-benar ingin mengetahui jawabannya. Jadi, berilah alasan terbaik agar mereka memilihmu daripada kandidat lain.
Untuk menjawabnya, pastikan bahwa jawabanmu tetap relevan dengan posisi yang kamu lamar. Jika kamu bingung, kamu bisa menanyakannya kepada beberapa rekan kerja lamamu dan temukan kesamaan dari apa yang mereka jawab.
Kamu bisa menggunakan jawaban itu sambil tetap ingat untuk memberikan bukti berupa data dan fakta.
32. “Apakah Anda memiliki pertanyaan untuk kami?”
Meskipun ini pertanyaan penutup, jawabannya sangat penting untuk menunjukkan ketulusan minat.
Strategi Menjawab:
- Siapkan 2-3 pertanyaan cerdas yang menunjukkan pemahaman tentang perusahaan
- Ajukan pertanyaan tentang budaya, kesuksesan, atau pengembangan karir
- Hindari pertanyaan tentang benefit atau gaji di tahap awal
- Tunjukkan bahwa Anda membayangkan diri bekerja di perusahaan tersebut
Contoh Pertanyaan:
“Saya tertarik mengetahui lebih lanjut tentang:
- Bagaimana perusahaan mendefinisikan kesuksesan untuk posisi ini dalam 6-12 bulan pertama?
- Bisakah Bapak/Ibu berbagi tentang tantangan terbesar yang dihadapi tim saat ini dan bagaimana perusahaan mendukung tim dalam mengatasinya?
- Dengan perubahan cepat di industri ini, bagaimana perusahaan memastikan karyawan terus mengembangkan keterampilan yang relevan?”
Baca juga: 10 Pertanyaan Untuk HRD yang Penting untuk Diajukan. Simak Tipsnya!
Pertanyaan Khusus Sesuai Level Karir
Selain pertanyaan umum di atas, berikut adalah pertanyaan yang sering muncul berdasarkan level karirnya:
Pertanyaan untuk Fresh Graduate
- “Mengapa kami harus mempekerjakan Anda yang belum memiliki pengalaman kerja?”
Strategi Menjawab:
- Tekankan transferable skills dari kegiatan kampus atau magang
- Tunjukkan semangat belajar dan adaptasi cepat
- Sorot perspektif baru yang bisa Anda bawa
Contoh Jawaban:
“Meskipun saya fresh graduate, saya membawa perspektif baru dan pemahaman teknologi terkini dari pendidikan saya. Selama kuliah, saya aktif memimpin organisasi mahasiswa dengan 50 anggota dan berhasil menyelenggarakan konferensi nasional yang dihadiri 500 peserta – menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan organisasi saya.
Saya juga telah melakukan dua magang di industri terkait, di mana saya berkontribusi pada proyek riset pasar yang membantu meningkatkan engagement pelanggan sebesar 20%. Kemampuan adaptasi cepat dan keingintahuan saya memungkinkan saya untuk segera produktif dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.”
- “Bagaimana Anda mengatasi gap antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik di dunia kerja?”
Strategi Menjawab:
- Tunjukkan inisiatif untuk belajar di luar kurikulum
- Ceritakan pengalaman praktis melalui magang, proyek, atau kompetisi
- Tekankan kemampuan adaptasi dan kemauan belajar
Pertanyaan untuk Profesional Mid-Level (3-5 tahun pengalaman)
- “Bagaimana Anda berkontribusi pada pencapaian target bisnis di perusahaan sebelumnya?”
Strategi Menjawab:
- Berikan contoh spesifik dengan angka dan metrik
- Jelaskan strategi yang Anda implementasikan
- Tunjukkan pemahaman tentang keterkaitan peran Anda dengan tujuan bisnis secara keseluruhan
- “Ceritakan pengalaman Anda memimpin tim atau proyek”
Strategi Menjawab:
- Gunakan framework STAR untuk menjelaskan pengalaman kepemimpinan
- Bahas tantangan dan bagaimana Anda mengatasinya
- Sampaikan pembelajaran dan bagaimana itu membentuk gaya kepemimpinan Anda
Pertanyaan untuk Profesional Senior (5+ tahun pengalaman)
- “Bagaimana pendekatan Anda dalam mengelola perubahan organisasi?”
Strategi Menjawab:
- Tunjukkan pengalaman nyata mengelola perubahan
- Bahas pentingnya komunikasi dan keterlibatan stakeholder
- Jelaskan metode Anda untuk mengatasi resistensi
- “Apa visi kepemimpinan Anda dan bagaimana Anda mengembangkan talenta di tim?”
Strategi Menjawab:
- Artikulasikan filosofi kepemimpinan yang jelas
- Berikan contoh konkret pengembangan tim
- Jelaskan pendekatan Anda dalam memberikan feedback dan coaching
Pertanyaan Menjebak dan Cara Mengatasinya
Interviewer terkadang mengajukan pertanyaan yang dirancang untuk menguji cara berpikir dan respons Anda dalam situasi tekanan. Berikut beberapa contoh pertanyaan menjebak dan cara menjawabnya:
1. “Mengapa ada gap dalam riwayat pekerjaan Anda?”
Apa yang Interviewer Cari:
- Kejujuran tentang situasi
- Bagaimana Anda memanfaatkan waktu tersebut
- Komitmen pada pengembangan profesional
Strategi Menjawab:
- Jawab dengan jujur tanpa terlalu detail jika menyangkut masalah pribadi
- Fokus pada aktivitas produktif selama periode tersebut
- Tunjukkan bahwa Anda siap berkomitmen penuh sekarang
Contoh Jawaban:
“Pada 2021-2022, saya mengambil jeda 8 bulan untuk merawat orang tua yang sakit serius. Meskipun prioritas saya adalah keluarga pada saat itu, saya tetap mengembangkan diri dengan mengambil kursus online tentang digital marketing dan manajemen proyek, yang relevan dengan karir saya. Pengalaman ini juga mengajarkan saya tentang manajemen krisis, prioritas, dan ketahanan – keterampilan yang saya yakin akan bermanfaat dalam lingkungan kerja. Sekarang situasi keluarga sudah stabil, saya siap fokus sepenuhnya pada karir dan memberikan kontribusi maksimal.”
2. “Mengapa Anda sering berganti pekerjaan?”
Apa yang Interviewer Cari:
- Stabilitas dan komitmen jangka panjang
- Apakah ada pola masalah dalam adaptasi
- Kejelasan arah karir
Strategi Menjawab:
- Jelaskan perubahan sebagai langkah strategis, bukan ketidakpuasan
- Tekankan pembelajaran dan pertumbuhan dari setiap pengalaman
- Tunjukkan bagaimana posisi saat ini sesuai dengan tujuan jangka panjang
Contoh Jawaban:
“Perubahan karir saya selama ini merupakan keputusan sadar untuk mendapatkan pengalaman komprehensif dalam berbagai aspek industri teknologi. Di perusahaan pertama, saya fokus pada pengembangan produk, sedangkan di perusahaan kedua saya memperdalam pemahaman tentang analytics dan user experience. Perjalanan ini membantu saya mengembangkan perspektif holistik yang sekarang saya terapkan sebagai product manager.
Posisi yang saya lamar di perusahaan Bapak/Ibu sesuai dengan tujuan jangka panjang saya untuk mengembangkan dan memimpin produk digital yang berdampak luas. Saya mencari perusahaan dengan visi jangka panjang yang sesuai dengan nilai-nilai saya, dan berdasarkan penelitian saya, perusahaan ini menawarkan kesempatan pertumbuhan yang saya cari.”
Baca juga: 15+ Contoh Jawaban Motivasi Kerja yang Meyakinkan
Tren Terbaru dalam Interview Kerja di Indonesia
Praktik interview di Indonesia terus berkembang. Berikut beberapa tren terbaru yang perlu diantisipasi:
1. Interview Virtual dan Hybrid
Pandemi mempercepat adopsi interview virtual, dan tren ini bertahan bahkan setelah pembatasan dilonggarkan.
Tips Menghadapi Interview Virtual:
- Pastikan koneksi internet dan perangkat berfungsi optimal
- Siapkan ruangan yang profesional dan bebas gangguan
- Berpakaian profesional lengkap meskipun dari rumah
- Latih komunikasi non-verbal untuk medium virtual
2. Assessments Berbasis AI
Perusahaan besar di Indonesia semakin banyak menggunakan teknologi AI untuk menyaring kandidat. Dikutip dari Viva, laporan Talent Acquisition Insights 2024 oleh Mercer | Mettl mengungkapkan bahwa 75 persen perusahaan di Indonesia menganggap kecerdasan buatan sebagai hal yang penting dalam proses perekrutan.
Jenis Assessment:
- Psychometric tests
- Game-based assessments
- Video interview dengan analisis AI
- Technical assessments otomatis
Tips Menghadapi Assessment AI:
- Berlatih dengan simulasi online
- Baca instruksi dengan seksama
- Bersikap natural dalam video interviews
- Fokus pada pemecahan masalah, bukan hanya jawaban benar
3. Pertanyaan Berbasis Skenario dan Situasional
Interviewer di Indonesia semakin banyak menggunakan pertanyaan berbasis skenario untuk menguji kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan.
Contoh Pertanyaan:
“Bayangkan tim Anda sedang mengejar deadline proyek penting, tetapi Anda mendeteksi masalah kualitas yang signifikan yang bisa berdampak pada kepuasan pelanggan. Apa yang akan Anda lakukan?”
Tips Menjawab:
- Gunakan framework struktural seperti STAR atau PSTAR (Problem, Situation, Task, Action, Result)
- Tunjukkan proses berpikir, bukan hanya solusi
- Pertimbangkan berbagai stakeholder dalam respons Anda
- Seimbangkan aspek teknis dan bisnis dalam pengambilan keputusan
Persiapkan diri menghadapi berbagai jenis pertanyaan interview dengan KitaLulus! Download aplikasi kami untuk akses ke ribuan lowongan kerja terupdate setiap hari, gratis!
Persiapan Menghadapi Interview Kerja di Indonesia
Persiapan menyeluruh dapat secara signifikan meningkatkan performa Anda dalam interview. Berikut langkah-langkah praktis untuk mempersiapkan diri:
1. Riset Mendalam tentang Perusahaan
Aspek yang Perlu Diteliti:
- Produk, layanan, dan model bisnis
- Nilai perusahaan dan budaya kerja
- Perkembangan terbaru dan inisiatif penting
- Tantangan industri dan posisi kompetitif
- Background interviewer jika memungkinkan
Sumber Informasi:
- Website resmi perusahaan
- Annual report (untuk perusahaan publik)
- Media sosial perusahaan
- Portal berita bisnis dan industri
- Platform seperti LinkedIn dan Glassdoor
2. Memahami Budaya Perusahaan dan Industri
Tips Memahami Budaya:
- Analisis bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi perusahaan
- Pelajari testimoni karyawan di platform review
- Perhatikan cara perusahaan mempresentasikan diri di media sosial
- Cari tahu nilai-nilai yang ditekankan dalam job posting
3. Persiapan Teknis untuk Virtual Interview
Checklist Teknis:
- Uji koneksi internet
- Pastikan kamera dan mikrofon berfungsi dengan baik
- Siapkan pencahayaan yang memadai (idealnya cahaya depan)
- Atur latar belakang yang profesional dan tidak mengganggu
- Siapkan plan B jika terjadi gangguan teknis
4. Praktik dengan Mock Interview
Cara Efektif Berlatih:
- Minta teman atau mentor untuk melakukan simulasi interview
- Rekam jawaban Anda dan evaluasi (perhatikan komunikasi verbal dan non-verbal)
- Gunakan layanan mock interview profesional jika memungkinkan
- Praktikkan menjawab dalam bahasa Indonesia dan Inggris (sesuai kebutuhan)
5. Persiapkan Material Pendukung
Dokumen yang Perlu Disiapkan:
- Beberapa salinan CV terbaru
- Portfolio atau contoh pekerjaan jika relevan
- Daftar referensi jika diminta
- Catatan kecil dengan poin-poin penting (untuk interview tatap muka)
- Pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke interviewer
Strategi Follow-Up Pasca Interview
Proses setelah interview sama pentingnya dengan persiapan. Berikut strategi follow-up yang efektif di konteks Indonesia:
1. Email Terima Kasih
Tips Email Terima Kasih:
- Kirim dalam 24 jam setelah interview
- Personalisasi dengan merujuk pada poin diskusi spesifik
- Ringkas (3-4 paragraf pendek)
- Tunjukkan antusiasme yang tepat (tidak berlebihan)
- Sertakan informasi tambahan jika diminta atau relevan
Contoh Email:
“Yth. Bapak/Ibu [Nama],
Terima kasih atas kesempatan interview untuk posisi [Jabatan] di [Perusahaan] pada [Tanggal]. Saya sangat menghargai waktu yang Bapak/Ibu luangkan untuk mendiskusikan peran tersebut dan budaya tim.
Diskusi kita tentang tantangan [topik spesifik] sangat menarik, dan saya semakin antusias dengan kemungkinan berkontribusi pada inisiatif [proyek spesifik] yang Bapak/Ibu sebutkan.
Sesuai permintaan, saya melampirkan [dokumen/informasi tambahan] untuk referensi Bapak/Ibu. Jika ada informasi lain yang dibutuhkan, jangan ragu untuk menghubungi saya.
Saya menantikan kabar selanjutnya dan berharap dapat bergabung dengan tim Bapak/Ibu.
Hormat saya, [Nama]”
2. Menindaklanjuti Ketika Tidak Ada Respons
Timeline Follow-Up yang Tepat:
- Email terima kasih: 24 jam setelah interview
- Follow-up pertama: 1 minggu setelah interview jika tidak ada informasi timeline
- Follow-up kedua: 2 minggu setelah follow-up pertama
Tips Menindaklanjuti:
- Tetap profesional dan ringkas
- Tunjukkan ketertarikan tanpa terkesan mendesak
- Tanyakan tentang timeline dan langkah selanjutnya
- Tawarkan informasi tambahan jika diperlukan
3. Menerima atau Menolak Tawaran dengan Profesional
Jika Menerima Tawaran:
- Konfirmasi penerimaan secara tertulis (email formal)
- Klarifikasi detail penting (tanggal mulai, dokumen yang diperlukan)
- Ekspresikan antusiasme dan profesionalisme
Jika Menolak Tawaran:
- Sampaikan penolakan dengan hormat dan terima kasih
- Berikan alasan singkat namun jujur
- Jaga hubungan baik untuk peluang masa depan
Contoh Penolakan Profesional:
“Terima kasih atas tawaran untuk posisi [Jabatan] di [Perusahaan]. Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan kepada saya.
Setelah pertimbangan matang, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan dengan tawaran ini karena saya telah menerima posisi yang lebih sesuai dengan tujuan karir jangka panjang saya. Ini adalah keputusan sulit mengingat reputasi baik dan budaya inspiratif perusahaan Bapak/Ibu.
Saya sangat menghargai waktu dan perhatian yang diberikan selama proses rekrutmen. Saya berharap dapat tetap terhubung dan mungkin berkolaborasi di masa depan.”
Kesimpulan
Menghadapi pertanyaan interview kerja membutuhkan persiapan yang menyeluruh, pemahaman konteks budaya, dan kemampuan menyajikan jawaban yang autentik namun strategis. Dengan memahami berbagai jenis pertanyaan dan mempraktikkan jawaban yang efektif, Anda dapat meningkatkan kepercayaan diri dan performa dalam proses interview.
Ingatlah bahwa interview adalah proses dua arah – tidak hanya perusahaan yang mengevaluasi Anda, tetapi juga kesempatan bagi Anda untuk menilai apakah perusahaan dan posisi tersebut sesuai dengan tujuan karir dan nilai-nilai Anda.
Persiapkan diri Anda sebaik mungkin, tampilkan versi terbaik dari diri Anda yang autentik, dan pandang setiap interview sebagai kesempatan belajar – terlepas dari hasilnya.
Temukan peluang karir terbaik dan persiapkan diri untuk sukses dalam interview! Download aplikasi KitaLulus untuk akses ke ribuan lowongan kerja dari perusahaan top di Indonesia.
- Gambaran Pengambilan Keputusan Interviewer dalam Wawancara Kerja, diakses pada 17 Maret 2025, https://journals.indexcopernicus.com/api/file/viewByFileId/1832647
- Recruiting for Cultural Fit, diakses pada 17 Maret 2025, https://hbr.org/2015/07/recruiting-for-cultural-fit
- Begini Pandangan Mayoritas Perusahaan di Indonesia soal AI, diakses pada 17 Maret 2025, https://www.viva.co.id/digital/digilife/1709408-begini-pandangan-mayoritas-perusahaan-di-indonesia-soal-ai